Jumat, 20 Desember 2019

HEBOH, ATLETIK SENAM DIPULANGKAN DARI PELATNAS TIDAK DIIKUTKAN KE SEA GAMES DI MANILA FILIPINA DENGAN ALASAN TIDAK PERAWAN LAGI


A.PENDAHULUAN.
Heboh,Atletik Senam Berinisial SA dipulangkan dari Pelatnas tidak diikutkan ke Sea Games di Manila Filippina  dengan alasannya tidak perawan lagi. (Berita Metro TV hari Minggu  Tanggal 1 Desember 2019).sampai Ibu SA  Atletik menyatakan minta kejelasan alasan tidak diikutkan  ke Sea Games ke Manila Filippina sampai anaknya tidak mau lagi olah raga senam atletik dan sekolah saja. Berita tersebut mendapat tanggapan dari  masyarakat dan beritanya banyak diunggah ke Media Sosial dan Media Surat Kabar, seakan tindakan Pemerintah salah hanya masalah perawan tidak diikutkan mengikuti Sea Games di Manila Filippina,pada hal  para Anggota Atletik banyak yang sudah Berkeluarga dapat mengikutinya dan masalah perawan bukan syarat untuk seorang atletik mengikuti perlombaan atletik baik Dinegara Indonesia dan Negara lain.

B.Alasan Tidak Mengikutkan Ke Sea Games.
    Alasan Pemerintah yang diterima dari Pelatih dari  Manila Filippina tidak mengikutkan SA mengikuti Sea Games ke Manila Filippina sebagai berikut :
    1.Menurut Salsa (SA).
 Menurut Atletik senam Salsa (SA) tidak diikutkan ke Sea Games ke Manila Filippina karna adanya pilih bulu atau Diskriminatip.karna merasa Prestasinya cukup baik.
   2.Menurut Pemerintah.
      a.Salsa (SA) telah menurun prestasinya sehingga tidak ikut berangkat ke Manila Filippina.
     b.Pernyaan Salsa (SA) tidak diikutkan karna pilih bulu diskriminatip sifatnya,telah dibantah pihak Koni Pusat yang menyatakan untuk mengirim atletik ke Sea Games di Manila Filippina tidak ada pilih bulu sama saja semua Atletik dan yang menentukan diberangkatkan atau tidak ke Sea Games di Manila Filippina tergantung prestasi atletik tersebut,maka pelatih yang tau baik tidaknya prestasi Atletik ,disamping itu pelatih akan mengirim Atletik yang prestasinya baik untuk meraih kemenangan yang membawa nama baik Negara Indonesia di Manila Filippina lewat Pengibaran Bendera Merah Putih.
     b.Penentuan  atletik mengikuti Sea Games adalah kewenangan Pelatih karna pelatih yang mengetahui seseorang atletik baik tidaknya prestasinya sebagai atletik senama atau laik tidaknya seorang atletik mengikuti Sea Games ke Manila Filippina.
      c.Pelatih tidak pernah menyatakan Atletik senam Salsa   (SA) tidak perawan,hanya menyebut prestasi Salsa (SA) menurun.

C.MERUGIKAN ATLETIK SA.
       Pemberitaan terkait tidak mengikutkan Atletik Salsa  (SA) ke Sea Games atas dipulangkan dari tempat Pelatnas. permasalahan tersebut ditanggapi Emosional yang merugikan dirinya sendiri dan masalahnya disampaikan kepada ibunya dan ibunya ikut menyebarkan informasinnya karna beritanya sudah viral ada informasi yang menyampaikan berita  bahwa atletik Salsa (SA) tidak diikutkan ke Sea Games karna sudah tidak Perawan, Dan  sesuai hasil pemeriksaan Dokter. Kata tidak Perawan tersebut diperkirakan sangat Mencoreng nama baiknya karna dindonesia keperawanan itu sangat penting bagi laki-laki ingin mendapat pasangan hidup.ditambah lagi Ibu Atletik Salsa (SA) selalu minta alasan lewat Media Sosial mengapa tidak dikutkan ke Sea Games lalu utusan Koni menyatakan tidak diikutkan ke Sea Games karna Prestasinya menurun sesuai pengakuan Pelatihnya dari Manila Filippina.alasan tersebut tidak dapat diterima lalu Gubernur Jawa Timur Kopipah Indarparawangsa ikut meminta penjelasan dan beritanya bertambah meluas lagi demikian juga Walikota Kediri  Abdullah Abu Bakar mengusir utusan Koni Pusat,salsa (SA)  pingsan saat  Rapat dengan Walikota Kediri  (Metro TV Rabu Tanggal 4 Desember 2019 Jam 17.00 wib ). Tindakan  Walikota Kediri mengusir Utusan Koni  menjadi Viral di Media Sosial menambah nama baik atletik Salsa (SA) bertambah jelek,bukannya menemukan jalan keluar yang menguntungkan atletik Salsa (SA).

D.DUGAAN ASAL PEMBERITAAN TIDAK PERAWAN.
    Menurut Pelatih Senam Atletik Salsa (SA) tidak pernah menyatakan tidak perawan hanya menyatakan prestasinya menurun,kalau begitu ada dugaan yang menyampaikan salah satu teman dekatnya Salsa (SA) di Pelatnas ,diantara temannya di pelatnas tau kelakuan satu sama lain dan secara tidak langsung saling bersaing satu sama lain,diduga salah satu temannya di Pelatnas  atletik senam menyampaikan berita tersebut tidak ikutnya ke Sea Games karna tidak Perawan lagi,apakah penyampaian berita tidak perawan lagi disengaja atau tidak, tidak tau.terbukti penyampaian informasi tersebut tidak tau siapa Nama Pengirimnya taunya berita tersebut Viral ditengah-tengah Masyarakat.

E.PERBEDAAN BUDAYA INDONESIA DENGAN BARAT.
   1.Budaya Indonesia.
      Untuk Budaya Indonesia masalah keperawanan masih besar artinya,terutama Para Orang Tua menyuruh Anaknya Laki-Laki mencari Isteri yang masih Perawan sebagai pertanda baik untuk dijadikan Isteri dan akan menjaga perbuatan tercela tersebut sampai terjadi di kemudian hari.
   2.Budaya Barat.
     Masalah ketidak perawanan lagi untuk Budaya Barat tidak menjadi masalah lagi ditengah-tengah masyarakat, malah wanita yang sudah berumur dewasa masih tetap perawan malah ditertawakan teman sebayanya yang diduga wanita tersebut tidak laku atau tidak ada laki-laki yang mau kepadanya.

E.SEHARUSNYA ATLETIK SALSA SA BERPIKIR POSITIP.
 Untuk menjaga nama baik atletik Salsa (SA) seharusnya berpikir positip dan mengintrospeksi dirinya bahwa memang dirinya ada penurunan prestasi menurut pelatihnya yang mengetahui naik turunnya prestasinya yang layak diikutkan ke Sea Games ke Manila Filippina.sebagai orang yang beragama harus berpikir atas dirinya selaku Atletik senam sudah berbuat yang terbaik tetapi Tuhan Yang Maha Kuasa belum berkehendak sesuai keinginannya,karna manusia hanya bisa berusaha sesuai kemampuannya tetapi mengenai berhasil atau tidak ditangan Tuhan Yang Maha Kuasa.hari ini bisa gagal besok masih ada waktu untuk berprestasi,waktu untuk maju berprestasi masih banyak mengingat umur Salsa (SA) masih muda masih disekolah SMA semua prestasi tersebut bisa diraih dengan melakukan latihan yang lebih banyak lagi.karna setiap orang tidak selamanya berprestasi dalam bidangnya kadang mundur dan kadang maju.justru tidak baik selalu menang dalam pertandingan dan selalu merasa dirinya yang terbaik yang tidak ada menandinginya  karna sekali kalah langsung patah semangat atau  prustrasi dan berhenti dari kegiatan olah raga.kalau berpikir positip atas masalah yang dihadapinya tidak akan terjadi masalahnya sampai viral terutama masalah keperawanannya ke seluruh indonesia dan luar negeri

F.MENURUNNYA PRESTASI.
Menurunnya prestasi  atletik  salsa (SA) terkait dengan keperawanannya, karna awalnya prestasinya cukup baik dimata Pelatih dan mendekati Sea Games diduga  melakukan hubungan intim  dengan pacarnya,dan kemudian mungkin silaki-laki tidak bertanggung jawab atas perbuatannya menjadi pemikiran bagi Salsa (SA) yang berpengaruh tidak bisa tidur nyenyak memikirkan hubungannya dengan pacarnya yang berpengaruh kepada kondisi pisiknya yang berakibat menurunnya prestasinya.

G.PIHAK YANG DIRUGIKAN DAN YANG DIUNTUNGKAN.
Terkait tercemarnya nama baik Atletik Salsa (SA) yang yang dirugikan dan yang diuntungkan antara lain :
     1.Dirugikan.
        Viralnya berita Atletik Salsa (SA) tidak diikutkan ke Sea Games di Manila Filippina karna tidak perawannya lagi Atletik Salsa (SA).yang sangat mendapat perhatian masyarakat tidak perawannya Atletik Salsa (SA) lagi yang diduga Atletik Salsa perilakunya tidak baik tidak bisa menjaga keperawanannya untuk nanti dipersembahkan kepada suami resminya atau calon suami yang mencintainya. Soal perawan ini masih sensitip bagi Laki-Laki  di Indonesia pada umumnya mencari isteri yang baik,sedangkan alasan turunnya prestasi biasa terjadi  tidak merusak nama baik Atletik Senam ditengah-tengah masyarakat.jelas meluasnya pemberitaan atas atletik senam Salsa (SA) tidak perawan lagi sangat merugikan nama baik Atletik Salsa (SA) dan Keluarganya.
     2.Menguntungkan.
        Ikutnya mempiralkan berita atletik Senam Salsa (SA) turut sertanya Gubernur Jawa Iimur yang meminta pihak Koni Pusat memberikan penjelasan tidak dikutkannya Atletik Senam Salsa (SA) ke Manila Filippina demikian juga  Walikota Kediri mengadakan pertemuan dengan Utusan Koni Pusat dan saat pertemuan yang diikuti Salsa (SA) dan Salsa (SA) pingsan dan saat itu Walikota Kediri mengusir Utusan Koni Pusat hingga beritanya tambah viral.
      Turut sertanya Gubernur Jawa Timur Kopipah Indarparawangsa dan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar pihak yang diuntungkan nama baiknya karna penilaian masyarat Jawa Timur dan Walikota  kediri dan bahkan seluruh masyarakat  indonesia menilai gubernur jawa timur dan walikota kediri  sangat perhatian kepada warganya yang bermasalah dan memberikan bantuan sebisanya walau pun hasilnya tidak ada yang justru bertambah luasnya pemberitaan nama atletik senam Salsa (SA) tidak perawan lagi  untuk seluruh Wilayah Indonesia bahkan sampai Keluar Negeri lewat Media Sosial dan Media Surat Kabar.

       H.KESIMPULAN DAN SARAN.
          Berdasarkan informasi diatas dapat disimpulkan bahwa Atletik Senam Salsa (SA) tidak diikutkan ke Sea Games di Manila Filippina. Atletik Senam Salsa (SA) menanggapi masalahnya penuh emosi yang merugikan dirinya sendiri dan Keluarganya. Seharusnya Atletik Senam Salsa (SA) berpikir positip dalam menghadapi masalahnya yang beritanya tidak viral.Viralnya berita Salsa (SA) terkait keperawanannya telah merusak nama baiknya sendiri dan keluarganya. Dugaan penyampaian Salsa (SA) tidak perawan lagi di sampaikan salah satu temannya di Pelatnas. Tidak tau siapa yang menyaikan informasi Salsa (SA) tidak perawan lagi.
           Bertalian dengan kesimpulan diatas dapat disarankan bahwa Salsa (SA) dan Keluarganya seharusnya berpikir positip sehingga tidak muncul pemberitaan negatip yang merugikan Salsa (SA) dan Keluarganya sendiri. Sebaiknya tidak  melibatkan Gubernur Jawa Timur dan Walikota Kediri disamping masalahnya tidak ada penyelesaian yang menguntungkan pihak Salsa (SA) dan Keluarganya, justru masalahnya   melebar atau viral yang mempermalukan Salsa (SA) dan Keluarganya terutama tidak perawannya Salsa (SA) lagi.


Jakarta, 6 Desember 2019
                                                                                            Penulis

Dr. Monang Siahaan, SH., MM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar