A.PENDAHULUAN.
Dalam Wabah
Virus Corona ini yang begitu ditakuti Masyarakat atas keganasannya terkait
banyak nya yang positip terkena Virus Corona hingga yang meninggal dunia.
Pemerintah untuk mencegahnya mengambil keputusan menerapkan PSBB meliputi
Sosial Distancing atau jaga jarak, Phisical Distancing atau jangan bersentuhan
dengan orang lain,cuci tangan dan pakai Masker.Para dokter dan Para Medis pada
saat melaksanakan tugasnya dimana pasien yang positip Virus Corona menggunakan pakaian dari plastik yang
berlapis-lapis sesuai ketentuan,hanya saja pada waktu memeriksa Pasien dalam
penyakit lain berupa sakit gula,darah tinggi dan penyakit lainnya diluar
penyakit Virus Corona,para Pasien tidak mengakui penyakit takut ditebak dokter positif terkena Virus
Corona, akibatnya diantara Pasien sudah ada yang positip Virus Corona yang
diduga dokter dan Para Medis terkena/tertular
Virus Corona yang berakhir kematian Para petugas Medis.
B.PENYEBAB
KEMATIAN PARA MEDIS.
Meninggalnya Para Medis di Daerah Surabaya
Jawa Timur diduga disebabkan beberapa hal
sebagai berikut :
1.Pasien Tidak Mengakui Rasa Sakitnya.
Pada Umumnya Pasien yang berobat ke-Rumah
Sakit Umum, pada saat diperiksa tidak mengakui penyakit yang sebenarnya
dirasakannya,penyakit yang diperiksa pada umumnya penyakit yang biasa terjadi
dimasyarakat seperti sakit gula yang jelas tidak ada kaitannya dengan Virus
Corona, sehingga Pasien disuruh pulang kerumahnya dan dokterpun saat
memeriksanya pakaian dokter biasa tanpa ada pakaian pelindung khusus untuk
penyakit Virus Corona.
Pasien takut menyatakan sakit
yang dirasakan sebenarnya takut nanti dikatakan positip terkena Virus Corona
Opnam di-Rumah Sakit Umum dan keluarganya tidak bisa menjaganya selama di
opname di-Rumah Sakit Umum, tidak bisa mencari uang yang sedang kesulitan
keuangan karna jalan-jalan sepi sehingga tidak bisa mencari uang untuk memenuhi
kebutuhannya,
2.Kurangnya Pakaian Medis
Pada Umumnya
Para Medis terbatas dipersiapkan pakaian dokter khusus untuk memeriksa Virus
Corona, sedangkan persiapan baju khusus Virus Corons sifatnya terbatas.untuk
mendatangkan pada umumnya dari Negara Tiongkok dan juhlahnya terbatas karna
Negara Tiongkok tersebut juga membutuhkan banyak perlengkapan terkait kebutuhan
untuk Virus Corona.dan Negara Indonesia belum bisa memproduksi sendiri.
3.Belum
Ditemukan Obatnya.
Sampai saat ini belum ditemukan obatnya
khusus untuk Virus Corona dan
mengatasinya sifatnya pencegahan dengan menerapkan PSBB yaitu Sosial Distancing
atau jaga jarak dengan teman berkomunikasi, Phisical Distancing atau jangan
bersentuhan dengan orang lain,pakai Masker setiap keluar rumah, tetap dirumah
kalau tidak terpaksa tetap dirumah,cuci tangan diair yang mengalir
3.Eetelah Diperiksa Dengan Teliti.
Setelah Pasien
yang berobat ke-Rumah Sakit Umum setelah diperiksa dengan teliti ternyata sudah
ada tanda-tanda positip Virus Corona, ada dugaan Para dokter dan petugas Medis
tertular dari Pasien tersebut yang tidak mengakui sakit yang dirasakannya.
4. Ditambah Obat Virus Corona Belum
Ditemukan
Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk mengobati terkena Virus
Corona,sehingga baik dokter dan Para petugas Medis saling menjaga kesehatannya
agar kebal dari segala penyakit terutama
makan yang bergiji dan teratur makan ,teratur tidur malam dan banyak istirahat
5.Mencegah.
Langkah Pemerintah/Kesehatan hanya bisa mencegahnya dgn PSBB , pakai
Masker,Ravid Test,Sosial Distancing,Phisical Distancing.untuk kebal dari
serangan penyakit apapun terutama kebal dari Virus Corona
6.Resiko Tugas.
Menyebarnya Virus Corona perlu dilakukan
pengobatannya yang merupakan tanggung jawab Para dokter atau Para Medis
sedangkan pihak lainnya hanya bisa membantu yang sifatnya umum yang tidak ada
kaitanya dengan penyakit.
C.KESIMPULAN
DAN SARAN.
Berdasarkan kesimpulan diatas dapat
disimpulkan bahwa matinya 34 Orang dokter dan petugas Medis di Surabaya. Diduga
kematian Para Medis ada kaitannya terkait Virus Corona. obat untuk Virus Corona
belum ditemukan . Sementara dilakukan pencegahan dengan menerapkan PSBB,makan
bergiji,cukup istirahat.
Bertalian dengan kesimpulan
diatas dapat disarankan agar Masyarakat berobat ke-Rumah Sakit Umum agar
menyatakan penyakit yang sebenarnya dirasakannya karna lebih awal mengetahui
penyakit akan lebih mudah mengobatinya ,bila penyakit baru diketahui setelah
kondisi sakit sudah parah kemungkinan kecil untuk sehat dan berujung kematian.
Dr. Monang Siahaan, SH., MM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar