Minggu, 19 Juli 2020

34 DOKTER MENINGGAL DUNIA KARENA VIRUS CORONA DI SURABAYA


A.PENDAHULUAN.
Dalam Wabah Virus Corona ini yang begitu ditakuti Masyarakat atas keganasannya terkait banyak nya yang positip terkena Virus Corona hingga yang meninggal dunia. Pemerintah untuk mencegahnya mengambil keputusan menerapkan PSBB meliputi Sosial Distancing atau jaga jarak, Phisical Distancing atau jangan bersentuhan dengan orang lain,cuci tangan dan pakai Masker.Para dokter dan Para Medis pada saat melaksanakan tugasnya dimana pasien yang positip Virus Corona  menggunakan pakaian dari plastik yang berlapis-lapis sesuai ketentuan,hanya saja pada waktu memeriksa Pasien dalam penyakit lain berupa sakit gula,darah tinggi dan penyakit lainnya diluar penyakit Virus Corona,para Pasien tidak mengakui penyakit  takut ditebak dokter positif terkena Virus Corona, akibatnya diantara Pasien sudah ada yang positip Virus Corona yang diduga dokter dan Para Medis terkena/tertular  Virus Corona yang berakhir kematian Para petugas Medis.

B.PENYEBAB KEMATIAN PARA MEDIS.
    Meninggalnya Para Medis di Daerah Surabaya Jawa Timur diduga disebabkan beberapa hal  sebagai berikut :
  1.Pasien Tidak Mengakui Rasa Sakitnya.
    Pada Umumnya Pasien yang berobat ke-Rumah Sakit Umum, pada saat diperiksa tidak mengakui penyakit yang sebenarnya dirasakannya,penyakit yang diperiksa pada umumnya penyakit yang biasa terjadi dimasyarakat seperti sakit gula yang jelas tidak ada kaitannya dengan Virus Corona, sehingga Pasien disuruh pulang kerumahnya dan dokterpun saat memeriksanya pakaian dokter biasa tanpa ada pakaian pelindung khusus untuk penyakit Virus Corona.
                Pasien takut menyatakan sakit yang dirasakan sebenarnya takut nanti dikatakan positip terkena Virus Corona Opnam di-Rumah Sakit Umum dan keluarganya tidak bisa menjaganya selama di opname di-Rumah Sakit Umum, tidak bisa mencari uang yang sedang kesulitan keuangan karna jalan-jalan sepi sehingga tidak bisa mencari uang untuk memenuhi kebutuhannya,
 2.Kurangnya Pakaian Medis
Pada Umumnya Para Medis terbatas dipersiapkan pakaian dokter khusus untuk memeriksa Virus Corona, sedangkan persiapan baju khusus Virus Corons sifatnya terbatas.untuk mendatangkan pada umumnya dari Negara Tiongkok dan juhlahnya terbatas karna Negara Tiongkok tersebut juga membutuhkan banyak perlengkapan terkait kebutuhan untuk Virus Corona.dan Negara Indonesia belum bisa memproduksi sendiri.
3.Belum Ditemukan Obatnya.
    Sampai saat ini belum ditemukan obatnya khusus  untuk Virus Corona dan mengatasinya sifatnya pencegahan dengan menerapkan PSBB yaitu Sosial Distancing atau jaga jarak dengan teman berkomunikasi, Phisical Distancing atau jangan bersentuhan dengan orang lain,pakai Masker setiap keluar rumah, tetap dirumah kalau tidak terpaksa tetap dirumah,cuci tangan diair yang mengalir
 3.Eetelah Diperiksa Dengan Teliti.
Setelah Pasien yang berobat ke-Rumah Sakit Umum setelah diperiksa dengan teliti ternyata sudah ada tanda-tanda positip Virus Corona, ada dugaan Para dokter dan petugas Medis tertular dari Pasien tersebut yang tidak mengakui sakit yang dirasakannya.
4. Ditambah Obat Virus Corona Belum Ditemukan
    Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk mengobati terkena Virus Corona,sehingga baik dokter dan Para petugas Medis saling menjaga kesehatannya agar kebal dari segala penyakit  terutama makan yang bergiji dan teratur makan ,teratur tidur malam dan banyak istirahat
 5.Mencegah.
    Langkah Pemerintah/Kesehatan hanya bisa mencegahnya dgn PSBB , pakai Masker,Ravid Test,Sosial Distancing,Phisical Distancing.untuk kebal dari serangan penyakit apapun terutama kebal dari Virus Corona
 6.Resiko Tugas.
    Menyebarnya Virus Corona perlu dilakukan pengobatannya yang merupakan tanggung jawab Para dokter atau Para Medis sedangkan pihak lainnya hanya bisa membantu yang sifatnya umum yang tidak ada kaitanya dengan penyakit.

C.KESIMPULAN DAN SARAN.
    Berdasarkan kesimpulan diatas dapat disimpulkan bahwa matinya 34 Orang dokter dan petugas Medis di Surabaya. Diduga kematian Para Medis ada kaitannya terkait Virus Corona. obat untuk Virus Corona belum ditemukan . Sementara dilakukan pencegahan dengan menerapkan PSBB,makan bergiji,cukup istirahat.
              Bertalian dengan kesimpulan diatas dapat disarankan agar Masyarakat berobat ke-Rumah Sakit Umum agar menyatakan penyakit yang sebenarnya dirasakannya karna lebih awal mengetahui penyakit akan lebih mudah mengobatinya ,bila penyakit baru diketahui setelah kondisi sakit sudah parah kemungkinan kecil untuk sehat dan berujung kematian.

                                                        Dr. Monang Siahaan, SH., MM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar