Minggu, 19 Juli 2020

PD. PASAR JAYA JAKARTA MENERAPKAN GANJIL GENAP


A.PENDAHULUAN
    Negara Indonesia dilanda Virus Corona dan Masyarakat menghadapi penuh rasa ketakutan terkait keganasannya yang banyak terkena Virus Corona bahkan memakan korban mati, Pemerintah dalam menghadapinya dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) antara lain menjaga jarak dengan teman bicara atau Social Distancing, Phisical Distancing atau jangan bersentuhan dengan orang lain, pakai Masker,cuci tangan diair yang mengalir, tetap dirumah kalau tidak terpaksa keluar.
                kebijakan tetap dirumah kalau tidak terpaksa jangan keluar rumah membuat jalan sepi sehingga rakyat kecil dalam mencari uang sebagai pedagang bakso dan lai-lain tidak laku sehingga mengalami kesulitan mencari uang untuk menghidupi keluarganya,ditambah lagi semua pasar termasuk  PD.Pasar Jaya Jakarta ditutup selama dua bulan ,selanjutnya setelah dua bulan pasar dibuka,untuk mencegah keramaian diterapkan Ganjil Genap pasar  para pedagang bergantian berjualan di pasar  jaya jakarta.

B.MENERAPKAN GANJIL GENAP.
 Mengingat pembukaan pada Pasar Jaya Jakarta setelah ditutup selama dua bulan, untuk menjaga  keramaian   PD Pasar Jaya Jakarta dipadati para pembeli, maka diterapkan pedagang secara bergantian membuka kiosnya di  Pasar Jaya Jakarta dilakukan dengan cara
    1.kesulitan  selama dua bulan
Selama  PD.Pasar Jaya Jakarta ditutup selama dua bulan terasa sekali kepada para pedagang di Pasar Jaya Jakarta merasa kesulitan uang,kerjaan sehari-hari tinggal dirumah tanpa menghasilkan uang yang ada hanya pengeluaran sehari-hari untuk menghidupi keluarga,disamping kesulitan uang ditambah badan tidak bergerak, pekerjaan hanya tidur dan duduk dalam rumah yang berpengaruh kepada kesehatan karna biasa badan bekerja mencari nafkah dipasar sehingga badan bergerak terus,akibat Virus Corona ini membuat susah Para Pedagang setelah berjalan dua bulan Pasar Jaya Jakarta akan dibuka merasa senang dalam arti akan bisa berjualan lagi untuk mendapat uang guna menghidupi keluarga sehari-hari
   2.Ganjil Genap
       Setelah Pasar Jaya Jakarta dibuka untuk mencegah keramain secara bertahap dilakukan pergantian Para Pedagang berjualan di-Pasar Jaya Jakarta dengan sistim Ganjil Genap yaitu Pada saat hari jatuh tanggal ganjil   umpanya tanggal 1,3,5,7,9 maka kios yang buka kios nomor 1,3,5,7 dan 9 demikian seterusnya kalau hari jatuh pada tanggal genap yaitu tanggal 2,4,6,8,10 maka kios toko yang buka yaitu kios nomor 2,4,6,8,dan 10 demikian sampai seterusnya.penerapan ganjil genap ini dapat diterima Para Pedagang Pasar Jaya Jakarta
   3.Adil
Dengan ditetapkannya bergantian Para Pedagang berjualan di PD. Pasar Jaya dengan sistem Ganjil Genap sifatnya adil tidak ada yang lebih diuntungkan atau yang lebih dirugikan,sama-sama para pedagang senang dalam mencari uang dalam menghidupi keluarganya masing-masing.
   4.Kurang Tepat Menerapkan Ganjil Genap.
      Menerapkan Ganjil Genap untuk mengurangi keramaian pasar yang membagi pedagang bergantian berjualan  di PD.Pasar Jaya Jakarta dirasa kurang tepat, karna jumlah pedagang jumlahnya hanya sedikit justru yang banyak meramaikan pasar PD.Pasar Jaya Jakarta adalah para pembeli yang setiap saat bergantian keluar masuk kedalam pasar.yang mau belanja masuk kedalam pasar dan yang sudah selesai belanja  kebutuhannya keluar dari pasar menuju rumah masing-masing.
  5.Jalan Keluar Pembeli Bergantian.
      Untuk mengurangi jumlah pengunjung PD.Pasar Jaya Jakarta dilakukan dengan cara membatasi orang yang belanja masuk kepasar,bisa dilakukan 500 orang sesuai kondisi pasar dengan lamanya belanja 2 jam kemudian setelah yang belanja pertama keluar lalu kelompok belanja kedua sebesar 500 orang  masuk kedalam pasar untuk belanja kebutuhan sehari-harinya,setelah dua jam keluar dari pasar dan pulang kerumahnya demikian seterusnya sampai pasar ditutup malam hari sesuai jamnya pasar  jaya ditutup.
   6.Pembeli Bisa Kemana Saja Belanja.
Sudah tepat pembeli dibatasi masuk kedalam pasar karna pembeli ini sifatnya pemilik uang,kepasar mana saja dapat belanja membeli kebutuhannya,sedangkan pedagang disamping jumlahnya terbatas hanya bisa cari uang disekitar PD. Pasar Jaya Jakarta, disamping dia mengharapkan keuntungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya karna ditutupnya pasar selama dua bulan mengalami kesulitan uang.

C.KESIMPULAN DAN SARAN
    Berdasarkan informasi diatas dapat disimpulkan bahwa Untuk mengurangi keramaian didalam Pasar diterapkan  Ganjil Genap. Penerapan Ganjil Genaf  sifat adil bagi para pedagang dalam pergantian jualan di PD.Pasar Jaya Jakarta
               Bertalian dengan kesimpulan diatas dapat disarankan  bahwa Kurang tepat penerapan Ganjil Genap karna  jumlah pedagang relatif sedikit dan yang membuat dalam Pasar ramai adalah para pengunjung untuk belanja yang silih berganti, maka berdasarkan hal tersebut lebih tepat memberikan antri para yang belanja masuk kedalam Pasar dengan jumlah orang pembeli  dan batas waktu belanja yang dilakukan secara bergantian hingga pasar tutup sampai sore hari.

                                                         Dr. Monang Siahaan, SH., MM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar