A.PENDAHULUAN
Negara Indonesia dilanda Virus Corona dan
Masyarakat menghadapi penuh rasa ketakutan terkait keganasannya yang banyak
terkena Virus Corona bahkan memakan korban mati, Pemerintah dalam menghadapinya
dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) antara lain menjaga
jarak dengan teman bicara atau Social Distancing, Phisical Distancing atau jangan
bersentuhan dengan orang lain, pakai Masker,cuci tangan diair yang mengalir,
tetap dirumah kalau tidak terpaksa keluar.
kebijakan tetap dirumah kalau
tidak terpaksa jangan keluar rumah membuat jalan sepi sehingga rakyat kecil
dalam mencari uang sebagai pedagang bakso dan lai-lain tidak laku sehingga
mengalami kesulitan mencari uang untuk menghidupi keluarganya,ditambah lagi
semua pasar termasuk PD.Pasar Jaya
Jakarta ditutup selama dua bulan ,selanjutnya setelah dua bulan pasar
dibuka,untuk mencegah keramaian diterapkan Ganjil Genap pasar para pedagang bergantian berjualan di
pasar jaya jakarta.
B.MENERAPKAN
GANJIL GENAP.
Mengingat pembukaan pada Pasar Jaya Jakarta
setelah ditutup selama dua bulan, untuk menjaga
keramaian PD Pasar Jaya Jakarta
dipadati para pembeli, maka diterapkan pedagang secara bergantian membuka
kiosnya di Pasar Jaya Jakarta dilakukan
dengan cara
1.kesulitan selama dua bulan
Selama PD.Pasar Jaya Jakarta ditutup selama dua
bulan terasa sekali kepada para pedagang di Pasar Jaya Jakarta merasa kesulitan
uang,kerjaan sehari-hari tinggal dirumah tanpa menghasilkan uang yang ada hanya
pengeluaran sehari-hari untuk menghidupi keluarga,disamping kesulitan uang
ditambah badan tidak bergerak, pekerjaan hanya tidur dan duduk dalam rumah yang
berpengaruh kepada kesehatan karna biasa badan bekerja mencari nafkah dipasar
sehingga badan bergerak terus,akibat Virus Corona ini membuat susah Para
Pedagang setelah berjalan dua bulan Pasar Jaya Jakarta akan dibuka merasa senang
dalam arti akan bisa berjualan lagi untuk mendapat uang guna menghidupi
keluarga sehari-hari
2.Ganjil Genap
Setelah Pasar Jaya Jakarta dibuka untuk
mencegah keramain secara bertahap dilakukan pergantian Para Pedagang berjualan
di-Pasar Jaya Jakarta dengan sistim Ganjil Genap yaitu Pada saat hari jatuh
tanggal ganjil umpanya tanggal
1,3,5,7,9 maka kios yang buka kios nomor 1,3,5,7 dan 9 demikian seterusnya
kalau hari jatuh pada tanggal genap yaitu tanggal 2,4,6,8,10 maka kios toko
yang buka yaitu kios nomor 2,4,6,8,dan 10 demikian sampai seterusnya.penerapan
ganjil genap ini dapat diterima Para Pedagang Pasar Jaya Jakarta
3.Adil
Dengan
ditetapkannya bergantian Para Pedagang berjualan di PD. Pasar Jaya dengan
sistem Ganjil Genap sifatnya adil tidak ada yang lebih diuntungkan atau yang
lebih dirugikan,sama-sama para pedagang senang dalam mencari uang dalam
menghidupi keluarganya masing-masing.
4.Kurang Tepat Menerapkan Ganjil Genap.
Menerapkan Ganjil Genap untuk mengurangi
keramaian pasar yang membagi pedagang bergantian berjualan di PD.Pasar Jaya Jakarta dirasa kurang tepat,
karna jumlah pedagang jumlahnya hanya sedikit justru yang banyak meramaikan
pasar PD.Pasar Jaya Jakarta adalah para pembeli yang setiap saat bergantian
keluar masuk kedalam pasar.yang mau belanja masuk kedalam pasar dan yang sudah
selesai belanja kebutuhannya keluar dari
pasar menuju rumah masing-masing.
5.Jalan Keluar Pembeli Bergantian.
Untuk mengurangi jumlah pengunjung
PD.Pasar Jaya Jakarta dilakukan dengan cara membatasi orang yang belanja masuk
kepasar,bisa dilakukan 500 orang sesuai kondisi pasar dengan lamanya belanja 2
jam kemudian setelah yang belanja pertama keluar lalu kelompok belanja kedua
sebesar 500 orang masuk kedalam pasar
untuk belanja kebutuhan sehari-harinya,setelah dua jam keluar dari pasar dan
pulang kerumahnya demikian seterusnya sampai pasar ditutup malam hari sesuai
jamnya pasar jaya ditutup.
6.Pembeli Bisa Kemana Saja Belanja.
Sudah tepat
pembeli dibatasi masuk kedalam pasar karna pembeli ini sifatnya pemilik
uang,kepasar mana saja dapat belanja membeli kebutuhannya,sedangkan pedagang
disamping jumlahnya terbatas hanya bisa cari uang disekitar PD. Pasar Jaya
Jakarta, disamping dia mengharapkan keuntungan untuk memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari keluarganya karna ditutupnya pasar selama dua bulan mengalami
kesulitan uang.
C.KESIMPULAN
DAN SARAN
Berdasarkan informasi diatas dapat
disimpulkan bahwa Untuk mengurangi keramaian didalam Pasar diterapkan Ganjil Genap. Penerapan Ganjil Genaf sifat adil bagi para pedagang dalam
pergantian jualan di PD.Pasar Jaya Jakarta
Bertalian dengan kesimpulan
diatas dapat disarankan bahwa Kurang
tepat penerapan Ganjil Genap karna
jumlah pedagang relatif sedikit dan yang membuat dalam Pasar ramai
adalah para pengunjung untuk belanja yang silih berganti, maka berdasarkan hal
tersebut lebih tepat memberikan antri para yang belanja masuk kedalam Pasar
dengan jumlah orang pembeli dan batas
waktu belanja yang dilakukan secara bergantian hingga pasar tutup sampai sore
hari.
Dr. Monang Siahaan, SH., MM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar