Sabtu, 18 Juli 2020

KEPANIKAN MASYARAKAT INDONESIA TERKAIT VIRUS CORONA YANG BERAKIBAT MASKER HILANG DARI PASARAN


A.PENDAHULUAN
    Diawali timbulnya Virus Corona di Wuhan Negara China yang menimbulkan kematian ditengah-tengah Masyarakat yang berakib timbulnya rasa kepanikan atau ketakutan kepada Masyarakat luas ditambah lagi setelah Virus Corona ini sudah menyebar keseluruh Negara di-Dunia.tiap Negara di-Dunia sudah ada terkena Virus Corona puluhan ribu jumlahnya dan ada ribuan jumlahnya yang sudah meninggal dunia,untuk Negara Korea Selatan sudah ada dua terkena Virus Corona,di Negara Iran mengganas Virus Corona hingga 26 orang dan Wakil Presiden Negara Iran terkena Virus Corona.Negara Arab Saudi melarang 21  Negara akan umroh haji ditambah lagi Umat Muslim Seluruh Gunia  termasuk Warga Masyarakat Arab Saudi ditutup untuk Umroh ke Negara Arab Saudi.Virus Corona ini sudah mewabah keseluruh Negara di-Dunia  dan tiap Negara menutup Negaranya untuk keluar dan masuk ke-Negaranya,guna melindungi Warga Masyarakatnya terkena Wabah Virus Corona.akibat Virus Corona ini telah menimbulkan masalah  Negatif kepada Masyarakat dan berbagai kebutuhan Masyarakat,mulai kebutuhan kehidupan sehari-gari,kebutuhan kesehatan untuk mencegah menjalarnya Virus Corona atau Covid-19. disamping itu ada juga yang memampaatkan kepanikan atau ketakutan masyarakat atas Virus Corona yang berlebihan untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dengan menggunakan teori ekonomi yaitu untuk mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya dengan modal yang sekecil-kecilnya dari masyarakat yang diliputi rasa takut yang berlebihan.untuk itu membuat Aparat Penegak Hukum dalam hal ini melakukan penangkapan terhadap Penimbun dan menaikkan harga barang lebih tinggi mencapai 10 kali lipat dari harga biasa.guna menjaga Keamanan dan Ketertiban ditengah-tengah Masyarakat untuk mengurangi kepanikan dalam menghadapi Virus Corona

B.HILANGNYA KEBUTUHAN DARI TENGAH-TENGAH MASYARAKAT.
    Mengingat timbulnya kepanikan Masyarakat yang berlebihan yang merupakan peluang bagi Pengusaha dan Pedagang yaitu :
     1.Kebutuhan Masker.
Masyarakat yang menimbulkan kepanikan yang berlebihan dimampaatkan  Para Pengusaha atau Pedagang untuk menimbun barangnya untuk menaikkan harga yang setinggi-tingginya dengan modal serendah-rendahnya dengan harga berkisar   Rp.4.000,- Rp.15.000 perkotak naik   menjadi Rp.300.000 –Rp.1.500.000 naik harganya 10 kali lipat,itupun kalau maskernya ada dipasaran
    2.Kebutuhan Pokok.
       Melihat kejadian di Wuhan Tingkok yang dilanda Virus Corona,anggota Masyarakat menyerbu Pasar Swalayan untuk membeli kebutuhan sehari-hari,demikian juga di Negara Indonasia Ibu-Ibu berlomba-lomba memborong beras dan mie yang tahan lama disimpan untuk kebutuhan hidup bila nanti terjadi masalah besar terkait Virus Corona.akibat memborong beras dari Swalayan dan Pasar Tradisional telah kehabisan beras sehingga Masyarakat yang benar-benar membutuhkannya tidak kebagian.
                   Presiden Joko Widodo telah menyatakan stok beras cukup   untuk beberapa bulan kemudian untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat,Masyarakat jangan panik soal masalah beras

     3.Obat-Obatan.
       Pada umumnya bila ada Impormasi dari Dokter atau pihak lainnya  terkait obat yang dapat menjaga kesehatan dari  Virus Corona,katanya empon-empon dan obat Kurkuma,langsung Masyarakat menyerbu Apotik-Apotik membeli obat kurkuma dan empon-enpom,sampai semua apotik kehabisan obat tersebut.

    4.Dunia Pariwisata
       Dengan adanya Virus Corona yang melanda Dunia Internasional.untuk melindungi warga Masyarakatnya ,Pemerintah setempat menutup Negaranya keluar masuknya ke-Negaranya.berakibat Turis yang masuk ke Indonesia sangat berkurang ,dimana Hotel hanya sedikit yang menginap dan perusahaan rumah makan sepi demikian juga kerajinan tangan didaerah Turis sepi dari pembeli.semua kegiatan usaha  dibidang Pariwisata mengalami kerugian.

     5.Tindakan Hukum.
Polisi telah melakukan operasi terkait penimbunan barang Masker oleh Pengusaha dan Pedagang,telah menangkap Para Pelaku  penimbun Masker dan menyita maskernya didaerah jakarta,dengan tindakan ke-Polisian sebagai berikut:

           a.Menjual Masker Yang Disita.
               Polisi yang berhasil menyita masker yang ditumpuk telah menjual kepada Masyarakat dengan harga Rp.4.000 perkotak dan uang dari  hasil penjualan Masker tersebut dijadikan Barang Bukti  untuk menggantikan Masker tersebut.

             b.Menguntungkan Masyarakat.
                Masyarakat yang membeli Masker hasil penyitaan Polisi telah menyenangkan Masyarakat dapat membeli Masker dengan hsrga murah.untuk  membelinya masyarakat antri panjang karna masker tersebut sudah tidak ada di Apotek-Apotek  sudah habis.

             c.Para Pelaku Diancam Hukuman.
Para Tersangka yang ditangkap karna menimbun barang Masker tersebut akan di proses Polisi setempat hingga sampai ke  Hakim  Pengadilan dengan ancaman hukuman maksimal 5 Tahun Penjara

C.HIMBAUAN PEMERINTAH.
    Dalam menghadapi Virus Corona terutama setelah ditemukan dua orang yang sudah positip terkena Virus Corona di Depok Jabar,yang sekarang sudah diisolasi ke-Rumah Sakit Umum Salihin Saroso di Jakarta Utara.menambah paniknya masyarakat menghadapi Virus Corona,hingga Pemerintah bertindak :
      1.Menteri Kesehatan.
     Menteri Kesehatan telah menghimbau Masyarakat jangan terlalu panik menghadapi Virus Corona.telah menyampaikan hanya yang sakit batuk yang memakai Masker bagi yang sehat tidak perlu pakai masker.dan Pemerintah telah mempersiapkan ratusan rumah sakit untuk mengobservasi gejala penyakit Virus Corona dan Pemerintah sudah mempersiapkan semua tindakan Medis dengan standart WHO dari organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) salah satu Negara Indonesia Anggota PBB

       2.Menteri Kesehatan Menjaga Kesehatan.
          Menteri Kesehatan telah memberikan untuk mencegah Virus Corona atau Covid-19 menjaga kesehatan dengan cara  makan makanan yang bergiji,hentikan merokok.berolah raga yang cukup,bila ada  tanda-tanda terkena Virus Corona segera bawa keRumah Sakit terdekat untuk deperiksa dari sudut Medis

       3.Presiden Jokowi Menjaga Kesehatan.
     Untuk mencegah sementara atas Virus Corona supaya menjaga Kesehatan dengan melakukan olah raga yang teratur, cuci tangan dengan air berjalan,jangan mengucak-ngucak mata jalan virus masuk dari tangan yang kurang bersih.

       4.Himbauan Presiden Joko Widodo dan Menkes.
     Presiden Joko Widodo telah menghimbau masalah stok beras lebih dari cukup untuk beberapa bulan kedepan untuk memenuhi kebutuhan Masyarakat.dan Masyarakat jangan terlalu panik menghadapi Virus Corona atau Covid-19.

       5.Kurang Mendengar Himbauan Pemerintah.
    Pemerintah mulai Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan   telah memberikan himbauan tetapi Masyarakat tetap merasa kepanikan yang berlebihan yang ditandai dengan memborong  Masker yang berlebihan,membeli persiapan beras,membeli obat Kurkuma hingga habis di Apotik-Apotik,penangkapan Polisi atas penimbun Masker,dll.

 D.KESIMPULAN DAN SARAN.
Berdasarkan informasi diatas dapat disimpulkan bahwa Virus Corona telah menimbulkan kepanikan yang berlebihan. Akibat ketakutan yang berlebihan atas Virus Corona berakibat berbagai kebutuhan yang lain naik harganya dan kosong barangnya. Pengusaha Masker  ,beras,obat kurkuma hilang dari Pasaran.
                   Bertalian dengan kesimpulan diatas dapat disarankan bahwa Masyarakat yang tidak sakit tidak perlu pakai Masker, dan jangan membeli Masker yang berlebihan dan Masyarakat jangan terlalu khwatir menghadapi Virus Corona.


                                                                               Dr. Monang Siahaan, SH., MM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar