A.PENDAHULUAN.
Negara Indonesia dilanda Virus Corona dan
Masyarakat takut yang berlebihan atas ganasnya Virus Corona, sehingga
Pemerintah mengambil Keputusan menerapkan PSBB guna mencegah meluasnya Virus
Corona. hal ini digunakan alasan
menjatuhkan Presiden Joko Widodo dari Jabatannya karna tidak sesuai
keinginannya menerapkan lockdown. Dalam menghadapi Virus Corona ini
kebijakannya Pemerintah selalu
berubah-ubah sesuai kondisinya. Tetapi sekenario para pihak yang ingin
menjatuhkan Presiden Joko Widodo terkait tidak akuratnya data yang terkena
Virus Corona dan jumlah korban mati.
Masalah ini titik awal menyalahkan Presiden Joko Widodo dan dikembangkan lagi
yang lebih luas.setelah mencapai puncak kemarahan Masyarat dan saat itu dibantu
Masyarakat menjatuhkan Presiden Joko Widodo dari Jabatan resminya. disayangkan
tindakan sebagian kecil Masyarakat yang ingin menjatuhkan Presiden Joko Widodo
yang merupakan perbuatan makar yang dapat menghambat pembangunan
ditengah-tengah Masyarakat yang sedang memusatkan perhatian menghadapi Virus
Corona, justru digunakan kesempatan menjatuhkan Pemerintahan yang sah.
B.ALASAN
MENJATUHKAN PRESIDEN.
Untuk
menjatuhkan Presiden Joko Widodo dari Jabatannya yang sah dikaitkan dengan
Virus Corona yang sedang mewabah diwilayah Indonesia,sebagai berikut :
1.Skenario Data Korban Virus Corona.
Kelompok tertentu yang ingin
menjatuhkan Presiden Joko Widodo intinya bahwa Pemerintah tidak memberikan data
yang benar yang terkena Virus Corona dan yang meninggal dunia,sepertinya
Pemerintah ada menyembunyikan data korban Virus Corona yang sebenarnya untuk
mempropokasi rakyat untuk membeci Pemerintah atau agar Masyarakat tidak percaya
atas data yang diberikan Pemerintah. Inti mempropokasi Rakyat ditambah lagi
penanganan Virus Corona lainnya.
2.Lockdown.
Dalam
menghadapi Virus Corona Pemerintah telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala
Besar (PSBB) antara lain tetap dirumah kalau tidak terpaksa jangan keluar
rumah,sosial distancing atau jaga jarak,phisical distancing atau jangan
bersentuhan,pakai masker dan cuci tangan dan lain-lain.kebijakan yang diambil
Pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kebijakan
Pemerintah ditentang kelompok propokator
yang menghendaki atau mengusulkan dalam
menghadapi Virus Corona menerapkan
Lockdown agar Masyarakat tetap dirumah yang berakibat berpengaruh kepada
penghasilan Rakyat kecil terkait dagangannya tidak laku karna semua berada
dirumah yang menimbulkan Rakyat kesulitan uang untuk menghidupi keluarganya
sehari-hari,setelah rakyat benar-benar kesulitan uang dan lama-kelamaan
kesabarannya hilang menghadapi kehidupan sehari-hari,akhirnya Rakyat akan marah
dan saat itu kelompok tertentu mengajak Rakyat menjatuhkan Pemerintahan yang
sah dari Jabatan Presiden yang hasil pilihan Rakyat Indonesia.
3.Kebijakan Pemerintah Membingungkan.
Pada saat
mendekati hari Lebaran Pemerintah menerapkan kebijakan Pulang Kampung boleh
pulang tetapi Mudik tidak boleh .pada
hal pengertian Pulang Kampung dan Mudik sama saja yang intinya baik Pulang Kampung dan Mudik sama saja
artinya yaitu Pulang Kampung untuk bertemu dengan Keluarganya. Pada hal
Masyarakat banyak yang Pulang Kampung terutama dari Kota Jakarta ke Kampung
Halaman masing-masing untuk merayakan hari lebaran bersama dengan
keluarga,akibat larangan mudik banyak masyarakat kecewa, Dengan kecewanya
Masyarakat kepada Pemerintah akan digunakan melampiaskan kekesalanya kepada
Pemerintah.
4.New Normal
Para
Provokator menentang Kebijakan Pemerintah menerapkan New Normal atau
kelonggaran yang berakibat tempat-tempat umum ramai berlalu lalang dijalan
umum,Swalayan-Swalayan,Pasar Tradisional akan menambah banyak korban manusia
seakan Pemerintah tidak memperdulikan Nyama Manusia akan bergelimpangan Mayat
Manusia dimana saja akibat penerapan New Normal. Masyarakat hanya pasrah atas
Kebijakan yang dilakukan Pemerintah
5.Empat Alasan Menjatuhkan Pemerintah.
Untuk menjatuhkan Pemerintah dengan
Skenario Wabah Virus Corona yaitu alasan Lockdown, kebijakan membingungkan
Masyarakat pulang kampung dan mudik,dan New Normal dengan ke-empat alasan
tersebut yang menimbulkan kemarahan Rakyat kepada Pemerintah pada saat itu para
Provokator bekerjasama dengan Rakyat menjatuhkan Presiden Joko Widodo.
C.KESIMPULAN
DAN SARAN.
Bertalian
informasi tersebut dapat disimpulkan bahwa Kelompok tertentu atau Provokator
ingin menjatuhkan Presiden RI dari Jabatan Resminya, Untuk menjatuhkan
Pemerintah selalu menggunakan alasan Virus Corona. Para Provokator
menyatakan kebijakan Pemerintah tidak
ada yang benar dalam menghadapi Virus Corona. Saat Rakyat marah kepada
Pemerintah pada saat itu Para Provokator bergerak bersama menjatuhkan
Pemerintah
Bertalian dengan kesimpulan
diatas dapat disarankan bahwa Negara Indonesia terkena Wabah Virus Corona,
Masyarakat menghadapinya rasa takut yang berlebihan dan Pemerintah mengambil
berbagai langkah untuk mengatasinya,malah pihak Provokator mengambil kesempatan
untuk menjatuhkan Pemerintah yang sah,justru seharusnya semua anak Bangsa
bersatu menghadapi Virus Corona demi ketenangan hidup bersama.Dr. Monang Siahaan, SH., MM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar