Minggu, 19 Juli 2020

40 ORANG MENGAMBIL JENASAH DIDUGA COVID 19 DARI RSU MAKASSAR


A.PENDAHULUAN.
     Dalam menghadapi bencana Virus Corona Masyarakat merasa takut yang berlebihan menghadapinya disamping virusnya ganas yang banyak memakan korban,demikian juga pandangan masyarakat menakutkan takut nanti terkena wabah Virus Corona karna penularannya sangat cepat yang menyerang paru-paru dan pernapasan,akibatnya Pasien terkait Virus Corona tidak boleh didampingi/ditemani keluarganya di Rumah Sakit Umum takut nanti ketularan demikian juga banyak menolak penguburannya di pekuburan umum oleh Masyarakat yang tinggal disekitar penguburan umum tersebut  takut nanti terkena Virus Corona yang dibawa jenasah tersebut ,sampai ada Pemerintah  Daerah menyediakan tempat khusus memakamkan Jenasah yang meninggal karna Virus Corona guna kepentingan Keluarga Korban dan kepentingan lingkungan Keluarga yang tinggal disekitar kuburan umum tersebut.

 B.RASA TAKUT KELUARGA KORBAN.
Pasien keluarga korban waktu di opname dilakukan Rapid Test dan sebelum turun hasilnya telah meninggal dunia,keluarganya takut  jenasahnya dikubur dengan Sistem Operasional Rumah Sakit Umum yaitu :
  1.Disholati
Dimandiin oleh petugas Rumah Sakit Umum dan dimasukkan ke dalam Peti Mati lalu di Lem, langsung  pihak Rumah Sakit Umum membawa Jenasah ke pemakaman umum.
 2.Mendekat
     Keluarga tidak boleh mendekat dengan jenasah korban takut nanti tertular Virus Corona..
3,Tidak Bisa Diantar
Keluarga atau pihak lain tidak diperbolehkan ikut mengantar sampai kekuburan umum. Dan Keluarga hanya menerima berita dari Petugas bahwa Jenasah sudah dikebumikan didaerah tertentu.
  4.Penolakan
Banyak berita lewat koran dan Media Televisi penolakan penguburan jenasah terkait Virus Corona ditolak di pemakaman umum dari anggota masyarakat  yang tinggal disekitar  pemakaman umum tersebut takut Jenasah tersebut menularkan Virus Corona  kepada Mereka.

C.DAPAT DIKUBUR DENGAN BAIK.
  Sebelum turun hasil Rapid Test kematian Jenasah tidak diketahui mati karna Virus Corona atau tidak,maka keluarga segera mengambil Jenasah dari Rumah Sakit Umum ,sehingga acara penguburan Jenasah dipemakaman umum berjalan lancar antara lain :
   1.Disholati.
Dapat disholati keluarga dengan baik mulai pemandian,pengapanan dan penguburan dipemakan umum berjalan baik tanpa ada penolakan dari masyarakat yang tinggal disekitar kuburan umum.
 2.Kunjungan Keluarga/Simpatisan
     Atas kematian tersebut semua keluarga dan simpatisan dapat melihat jenahnya sebagai penghormatan terakhir sebelum dikubur.
 3.Mengatar Sampai Pemakaman.
     Para Keluarga,Tetangga dekat dan Simpatisan dapat mengantar jenasah sampai ke kuburan sebagai tempat persinggahanya terakhir.
4.Hanya Melihat Kepentingan Keluarga Korban
     Keluarga korban mengambil jenasah korban hanya melihat kepentingannya sendiri tenpa memperhatikan kepentingan Anggota Masyarakat lain, bagaimana bila si jenasah mati karna Virus Corona sesuai hasil Ravid Test akan bisa menyebarkan Virus Corona kepada 40 orang yang mengambil jenasah tersebut dari Rumah Sakit Umum,serta dapat menularkan juga kepada orang yang melihatnya dan yang  ikut mengantarnya sampai ke kuburan.
 5.Bisa Mengambil Jenasah Lagi.
Pihak Rumah Sakit Umum dapat mengambil jenasah itu kembali lewat bantuan Polisi dengan alasan Rapid Test setelah turun hasilnya bahwa  jenasah mati karna Virus Corona akan dikuburkan dengan cara Rumah Sakit Umum guna melindungi Masyarakat lain jangan sampai tertular Virus Corona, dan kalau mati bukan karna Virus Corona sesuai hasil Ravid Test dikembalikan lagi kepada keluarga untuk dikebumikan dengan cara umum sesuai  karna mungkin Jenasah mati karna penyakit lain atau bukan karna Virus Corona.
   6.Semua di Rapid Test.
      Bila hasil Rapid Test sudah turun bahwa Jenasah Mati karna positip terkena Virus Corona, semua yang mengambil Jenasah sebanyak 40 orang akan diperiksa Rumah Sakit Umum dengan Rapid Test, untuk mencegah seluruh yang mengambil jenasah tersebut dari Virus Corona  .

D.KESIMPULAN DAN SARAN.
   Bertalian dengan hal diatas dapat disimpulkan bahwa Mati karna Virus Corona sangat ditakuti anggota Keluarga yang ditinggalkan. Sebelum turun hasil Ravid Test sudah mati.  40 orang keluarga korban mengambil jenasah dari Rumah Sakit Umum Makassar tanpa seijin Rumah sakit Umum
                 Bertalian dengan kesimpulan diatas dapat disarankan Seharusnya mengambil Jenasah tersebut seijin dari pihak Rumah Sakit Umum untuk menjaga kepentingan Keluarga Korban dan kepentingan Anggota Masyarakat lain.

                                                              Dr. Monang Siahaan, SH., MM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar