Minggu, 19 Juli 2020

RATUSAN PEDAGANG PASAR CILEUNGSI BOGOR TOLAK RAPID TEST


A.PENDAHULUAN.
Dalam kondisi Virus Corona yang mewabah di Indonesia  yang membuat Masyarakat rasa takut berlebihan akibat keganasannya membuat Pemerintah menerapkan PSBB yaitu social distancing atau jaga jarak berkomunikasi dengan teman bicara, phisical distancing jangan bersentuhan dengan orang lain, tetap dirumah kalau tidak terpaksa tetap dirumah, cuci tangan, pakai masker,dan lain-lain. Ganasnya Virus Corona ada pedagang pasar positip Virus Corona, Pemerintah menutup   pasar tersebut, dan pada saat itu Pemerintah mau melakukan Ravid Test kepada Para Pedagang menolak di Ravit Test karna takut positif. ketakutan Masyarakat antara lain dilarang berjualan di-Pasar Tradisinal Cilengsi Bogor  karna  Para Pedagang lagi kesulitan uang karna Pasar Cilengsi Bogor  ada 2 Bulan ditutup Pemerintah dalam mencegah meluasnya Virus Corona ditengah-tengah Masyarakat, tetapi Petugas Medis menyesalkan penolakan  Ravid Test tersebut karna lebih cepat tahu positip Virus Corona akan lebih muda mengobatinya serta untuk kepentingan bersama jangan sampai menular Kepada Orang lain.

B.PASAR CILEUNGSI DITUTUP
1.Terkena Virus Corona.
    Ada 14 orang Pedagang Pasar Cilengsi Bogor positip Virus Corona berakibat Pasar Cilengsi Bogor ditutup Pemerintah selama 14 hari untuk mencegah Virus Corona menular kepada Pedagang dan Pembeli lainnya
2.Takut di Ravid Test.
     Akibat adanya positip Virus Corona, Pemerintah akan me-Ravid Test para pedagang Pasar Cilengsi Bogor  dan ratusan pedagang menolak untuk di-Ravid Test dan semua para pedagang menyatakan mereka sehat semua tanpa ada merasakan sakit terkait pernapasan dan paru-paru sebagai ciri-ciri terkena Virus Corona.
 3.Kenapa Takut Diravid Test.
    Para pedagang cilengsi takut di Ravid Test karna :
    a.Takut Positip
      Takut positip terkena Virus Corona akan diopname di-Rumah Sakit Umum,dan saat di-Rumah Sakit Umum tidak bisa dijaga keluarganya nanti menular Virus Corona kepada keluarga yang menjaganya.
   b.Tidak Bisa Berjualan.
      Para Pedagang tidak bisa berjualan lagi,pada hal para pedagang sedang kesulitan uang untuk menghidupi keluarganya masing-masing karna Pasar Cilengsi Bogor selama dua bulan ditutup Pemerintah tidak boleh berjualan di-Pasar Cilengsi Bogor.
   c.Ditolak Dikubur,
      Para Pedagang Pasar Tradisional ada ketakutan kalau nanti sampai mati karna Virus Corona , penguburannya akan ditolak dikubur dipekuburan Umum dan yang menolak Masyarakat yang tinggal disekitar pekuburan Umum tersebut  nanti si jenasah akan menularkan Virus Corona kepada Masyarakat disekitar kuburan tersebut. Masyarakat tidak percaya kepada penjelesan dokter,dimana jenasah korban Virus Corona sudah di Sholati,di kapani, Jenasah diplastiki dan dimasukkan kedalam peti mati sebelum ditutup dilem lalu peti mati ditutup dan dipaku,maka Jenasah tersebut tidak bisa menularkan lagi Virus Corona kepada Orang lain. Tetapi semua penjelasan dokter terkait perlakuan atas Jenasah tetap tidak percaya Masyarakat selalu berkeyakinan Jenasah mati karna Virus Corona tetap dapat menularkan Virus Corona kepada Masyarakat disekitar kuburan tersebut.

C.DISESALKAN PENOLAKAN RAPID TEST.
    1.Disesalkan
Para medis menyesalkan penolakan Para Pedagang Pasar Cilengsi Bogor untuk dilakukan Rapid Test karna lebih awal mengetaui positip virus corona akan lebih muda mengobatinya ,jika baru diketahui positip virus corona dalam kondisi sudah parah penyakitnya sudah sulit dan makan waktu lama mengobatinya bahkan rentan mengalami kematian.
   2.Hanya Melihat Kepentingan Sendiri.
      Para pedagang pasar cilengsi tidak mau diravid test hanya melihat kepentingan dirinya sendiri tidak melihat  kepentingan orang lain yang bisa tertular virus corona kepada orang ditengah-tengah masyarakat.
   3.Diwajibkan
Para pedagang pasar cilengsi diwajibkan di ravid test dan pedagang yang tidak mau diravid test tidak boleh berjualan di pasar cilengsi bogor,dugaan para pedagang akan mau diravid test dari pada tidak bisa berdagang karna para pedagang sedang kondisi kesulitan uang.

D.KESIMPULAN DAN SARAN.
     Berdasarkan informasi diatas dapat disimpulkan bahwa padagang pasar cilengsi ada 14 orang positip virus corona.pasar cilengsi ditutup.para pedagang pasar cilengsi menolak di ravid test.
                   Bertalian dengan kesimpulan diatas dapat disarankan setiap pedagang pasar cilengsi bogor diwajibkan diravid test bagi yang tidak mau tidak boleh dagang dipasar cilengsi bogor.


                                                                  Dr. Monang Siahaan, SH., MM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar