A.PENDAHULUAN.
Dalam kondisi
Virus Corona yang mewabah di Indonesia
yang membuat Masyarakat rasa takut berlebihan akibat keganasannya
membuat Pemerintah menerapkan PSBB yaitu social distancing atau jaga jarak
berkomunikasi dengan teman bicara, phisical distancing jangan bersentuhan
dengan orang lain, tetap dirumah kalau tidak terpaksa tetap dirumah, cuci
tangan, pakai masker,dan lain-lain. Ganasnya Virus Corona ada pedagang pasar
positip Virus Corona, Pemerintah menutup
pasar tersebut, dan pada saat itu Pemerintah mau melakukan Ravid Test
kepada Para Pedagang menolak di Ravit Test karna takut positif. ketakutan
Masyarakat antara lain dilarang berjualan di-Pasar Tradisinal Cilengsi
Bogor karna Para Pedagang lagi kesulitan uang karna Pasar
Cilengsi Bogor ada 2 Bulan ditutup
Pemerintah dalam mencegah meluasnya Virus Corona ditengah-tengah Masyarakat,
tetapi Petugas Medis menyesalkan penolakan
Ravid Test tersebut karna lebih cepat tahu positip Virus Corona akan
lebih muda mengobatinya serta untuk kepentingan bersama jangan sampai menular
Kepada Orang lain.
B.PASAR
CILEUNGSI DITUTUP
1.Terkena
Virus Corona.
Ada 14 orang Pedagang Pasar Cilengsi Bogor
positip Virus Corona berakibat Pasar Cilengsi Bogor ditutup Pemerintah selama
14 hari untuk mencegah Virus Corona menular kepada Pedagang dan Pembeli lainnya
2.Takut
di Ravid Test.
Akibat adanya positip Virus Corona,
Pemerintah akan me-Ravid Test para pedagang Pasar Cilengsi Bogor dan ratusan pedagang menolak untuk di-Ravid
Test dan semua para pedagang menyatakan mereka sehat semua tanpa ada merasakan
sakit terkait pernapasan dan paru-paru sebagai ciri-ciri terkena Virus Corona.
3.Kenapa Takut Diravid Test.
Para pedagang cilengsi takut di Ravid Test karna :
a.Takut Positip
Takut positip terkena Virus Corona akan
diopname di-Rumah Sakit Umum,dan saat di-Rumah Sakit Umum tidak bisa dijaga
keluarganya nanti menular Virus Corona kepada keluarga yang menjaganya.
b.Tidak Bisa Berjualan.
Para Pedagang tidak bisa berjualan
lagi,pada hal para pedagang sedang kesulitan uang untuk menghidupi keluarganya
masing-masing karna Pasar Cilengsi Bogor selama dua bulan ditutup Pemerintah
tidak boleh berjualan di-Pasar Cilengsi Bogor.
c.Ditolak Dikubur,
Para Pedagang Pasar Tradisional ada
ketakutan kalau nanti sampai mati karna Virus Corona , penguburannya akan
ditolak dikubur dipekuburan Umum dan yang menolak Masyarakat yang tinggal
disekitar pekuburan Umum tersebut nanti
si jenasah akan menularkan Virus Corona kepada Masyarakat disekitar kuburan
tersebut. Masyarakat tidak percaya kepada penjelesan dokter,dimana jenasah
korban Virus Corona sudah di Sholati,di kapani, Jenasah diplastiki dan
dimasukkan kedalam peti mati sebelum ditutup dilem lalu peti mati ditutup dan
dipaku,maka Jenasah tersebut tidak bisa menularkan lagi Virus Corona kepada
Orang lain. Tetapi semua penjelasan dokter terkait perlakuan atas Jenasah tetap
tidak percaya Masyarakat selalu berkeyakinan Jenasah mati karna Virus Corona
tetap dapat menularkan Virus Corona kepada Masyarakat disekitar kuburan
tersebut.
C.DISESALKAN
PENOLAKAN RAPID TEST.
1.Disesalkan
Para medis menyesalkan
penolakan Para Pedagang Pasar Cilengsi Bogor untuk dilakukan Rapid Test
karna lebih awal mengetaui positip virus corona akan lebih muda mengobatinya
,jika baru diketahui positip virus corona dalam kondisi sudah parah penyakitnya
sudah sulit dan makan waktu lama mengobatinya bahkan rentan mengalami kematian.
2.Hanya Melihat Kepentingan Sendiri.
Para pedagang pasar cilengsi tidak mau
diravid test hanya melihat kepentingan dirinya sendiri tidak melihat kepentingan orang lain yang bisa tertular
virus corona kepada orang ditengah-tengah masyarakat.
3.Diwajibkan
Para pedagang
pasar cilengsi diwajibkan di ravid test dan pedagang yang tidak mau diravid
test tidak boleh berjualan di pasar cilengsi bogor,dugaan para pedagang akan
mau diravid test dari pada tidak bisa berdagang karna para pedagang sedang
kondisi kesulitan uang.
D.KESIMPULAN
DAN SARAN.
Berdasarkan informasi diatas dapat
disimpulkan bahwa padagang pasar cilengsi ada 14 orang positip virus
corona.pasar cilengsi ditutup.para pedagang pasar cilengsi menolak di ravid
test.
Bertalian dengan kesimpulan
diatas dapat disarankan setiap pedagang pasar cilengsi bogor diwajibkan diravid
test bagi yang tidak mau tidak boleh dagang dipasar cilengsi bogor.
Dr. Monang Siahaan, SH., MM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar