Selasa, 14 Juli 2020

SETAN LEBIH TAKUT KEDADA AHOK DARIPADA AGAMA


A.PENDAHULUAN.
    Tema tulisan ini bersumber dari Face Boek,yang menyatakan setan lebih takut kepada Ahok dari pada Agama.julukan tersebut menunjukkan hebatnya Ahok dan walaupun kurang tepat pernyataan tersebut tetapi kenyataannya demikian dalam perilaku Pejabat Negara. Dalam tulisan ini yang dimaksud dengan Setan adalah Para Koruptor karna Para Koruptor tidak punya rasa atas penderitaan orang lain, yang penting dirinya sendiri senang,hal ini terkait menteri bumn sedang mengganti Jabatan Eselon I untuk mengisi Direktur di Perusahaan Negara dan salah satu Calon Direktur Perusahaan Negara atau Jabatan Komisaris ada yang Menolak Ahok sebagai Direktur/Pimpinan Perusahaannya atau Komisaris Perusahaan Negara, yang menolak Ahok diduga yang suka melakukan korupsi dilingkungan kerjanya dan bila Ahok sampai pimpinan perusahaan atau komisaris  praktek-praktek korupsi selama ini akan dibongkar habis,banyak keuntungan perusahaan Negara habis digerogoti,hingga 80 persen perusahaan negara tidak bisa memberikan keuntungan kepada Negara, dan yang dapat memberikan keuntungan hanya 20 persen dari seluruh Peruhaan Milik Negara. Ahok sudah teruji pada waktu menjabat Gubernur DKI memberantas korupsi dilingkungan kerja dan berani ribut dengan anggota DPRD DKI dalam memperjuangkan kepentingan Rakyat, hingga masalahnya sampai Kepengadilan dihadapinya,apalagi menindak bawahannya secara tegas tanpa pandang bulu jika terbukti melakukan perbuatan korupsi atas Uang Negara.

B.JULUKAN KATA SETAN.
            Julukan kata Setan yang ditujukan kepada Para Koruptor atas  Uang Negara dengan alasan :
     1.Para Koruptor memakan Uang Negara yang menyengsarakan rakyat banyak atau jutaan rakyat bahkan membunuh jutaan rakyat.
    2.Hasil uang korupsi digunakan menambah harta kekayaan  dengan hidup hedonis atau mewah dengan tinggal di rumah mewah ,memiliki mobil mewah,belanja keluar negeri
        3.kesenjangan kehidupan ditengah-tengah masyarakat antara keluarga koruptor dengan masyarakat miskin yang tinggal di daerah kumuh,makan tiga kali sehari mengalami kesulitan.
    4.Para Koruptor tidak pernah memperhatikan kehidupan rakyat miskin,hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri.dan tidak ada masalah bagi para koruptor,rakyat  miskin mati yang penting hidupnya mewah
             Berdasarkan ke 4 alasan diatas maka Para Koruptor itu disebut Setan. Kelakuannya tidak jauh dari setan.

C.DISUMPAH SESUAI AGAMA DAN KEYAKINANNYA.
    1.Disumpah Dulu.
       Para Pejabat Negara sebelum menduduki Jabatannya terlebih dahulu disumpah sesuai Agama yang dianutnya.agar melaksanakan tugasnya sesuai aturan Hukum yang berlaku.dan takut melaksanakan tugasnya yang bertentangan dengan Agama yang dianutnya,dengan harapan akan takut melakukan kesalahan yang bertentangan dengan Agama yang dianutnya.
    2.Rajin Menjalankan Ajaran Agama.
      Melihat kehidupan sehari-hari Para Pejabat Negara dan Penyelenggara Negara taat menjalankan Ajaran Agama yang dianutnya. untuk Pejabat yang ber-Agama Islam rajin Sholat di Mesjid  5 kali sehari,untuk ber-Agama Kristen dan Katolik  rajin ke Gereja tiap minggu ditambah lagi Berdoa setiap mau makan, Berdoa sebelum tidur,dan Berdoa sebelum meninggalkan rumah,demikian juga Agama yang lain rajin menjalankan ajaran Agamanya,dengan tujuan agar setiap langkahnya dalam melaksanakan tugasnya mendapat lindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
    3.Ancaman Hukumannya Berat.
           Perbuatan korupsi sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Korupsi. melakukan perbuatan korupsi ancaman hukumannya sangat berat yaitu hukuman mati,seumur hidup,dan hukuman badan maksimal 20 tahun.
   4.Tetap  Korupsi.
Para Pejabat Negara baik sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) atau Penyelenggara Negara,sebelum memegang Jabatannya disumpah dulu sesuai Agama yang dipeluknya dan Para Pejabat dan Aparat Sipil Negara dan Penyelenggara Negara dalam kehidupan sehari-hari rajin menjalankan Ajaran Agama yang dianutnya,dan dalam Undang-Undang Korupsi ancaman hukumannya sangat berat  tetapi Para Pejabat dan Aparat Sipil Negara tidak takut tetap melakukan perbuatan korupsi  yang mengambil yang bukan haknya yang sangat bertentangan dengan tugasnya dan Ajaran Agama. 

D.LEBIH TAKUT SAMA AHOK.
    1.Tegas Bertindak.
       Ahok pada saat Menjabat Gubernur DKI dalam melaksanakan tugasnya tegas sepanjang sesuai aturan hukum berupa menindak Para Koruptor dilingkungan Pemda DKI, dan siap ribut bertentangan dengan DPRD DKI  sepanjang yang diperjuangkan untuk kepentingan rakyat umum, demikian juga tegas membongkar daerah kumuh diatas Tanah Negara dengan memberi tempat hunian dirumah susun,serta bersih dari Perbuatan Korupsi atas Uang Negara, sampai saat ini Mantan Pejabat dan Pejabat yang sedang Menjabat Ahok yang terbersih dari Perbuatan Korupsi.
   2.Takut Sama Ahok.
      Seperti dalam rencana pengisian Jabatan di Pertamina dan akan diisi oleh Ahok selaku Direktur Utama atau Komisari  Pertamina, dan Pimpinan Pertamina sekarang bersama anak buahnya serta mengajak Umat menolak Ahok sebagai Direktur/Komisaris Pertamina. Penolakan ini dilakukan  yang suka mengkorupsi Uang Pertamina dan Perusahaan Pertamina ini  diduga sarat melakukan perbuatan korupsi dan direktur pertamina sebelumnya tersangkut perkara korupsi.jadi  sebelumnya pelantikannya Para Pejabat dan Karyawan Pertamina menolak Ahok, karna Ahok kalau sudah sah dilantik menjadi Direktur/Komisaris perusahaan pertamina, dan semua Pejabat Pertamina akan dibongkar masalahnya dan sudah merasa ketakutan akan menjadi terdakwa dan berakhir Majelis Hakim menjatuhkan hukuman sesuai perbuatannya. Dari kejadian di perusahaan Pertamina Para Pejabat Pertamina mereka takut sama Ahok menjadi Direktur/Komisaris utama pertamina dan Pejabat Pertamina tidak takut sama Agama dan ancaman hukuman berat yang  tetap sarat  Melakukan Perbuatan Korupsi.
   3.tidak perlu takut kepada siapapun.
Para Pejabat Negara baik sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) dan Penyelenggara Negara tidak perlu takut kepada siapapun kalau semua pejabat negara melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai aturan hukum.dengan kejujuran dalam melaksanakan tugas tidak perlu Pejabat Pertamina dan Aparatnya tidak perlu takut atas Agama yang dianutnya dan juga tidak perlu takut kepada  Ahok selaku Direktur/komisaris  Perusahaan Pertamina dan ancaman hukuman berat.
  4. Seharusnya Takut Sama Agama.
Pejabat dan karyawan pertamina perlu takut sama Agama karna melakukan perbuatan korupsi atau mengambil yang bukan haknya bertentangan dengan ajaran  Agama yang dianutnya dan hukumannya dimasukkan kedalam api neraka selamanya. sedangkan Ahok tidak perlu ditakuti karna Ahok hanya sebagai manusia biasa kalaupun ditindak dimasukkan kedalam penjara lewat putusan Hakim dan Majelis Hakim paling menjatuhkan hukuman  beberapa tahun saja  hukuman didunia ini yang  sifatnya hanya sementara.

E.KESIMPULAN DAN SARAN.
Berdasarkan hal diatas dapat disimpulkan bahwa Pejabat Pertamina lebih takut sama Ahok dari pada Agama.Para Pejabat dilantik sesuai agamanya dan rajin menjalani Ajaran Agamanya.Perbuatan Korupsi ancaman Hukumannya sangat berat. Para Pejabat Negara sudah dilantik sesuai Agamanya ,ancamannya sangat berat tetapi tidak Takut melakukan korupsi atas Uang Negara. Para Pejabat Pertamina lebih takut sama Ahok menjadi Direktur/Komisaris Perusahaan Pertamina dari pada Agama.Seharusnya pejabat dan karyawan pertamina lebih takut kepada agama dari pada Ahok yang hanya sebagai manusia biasa
        Pejabat dan Aparat Pertamina tidak perlu takut kepada siapapun sepanjang melaksanakan tugasnya benar sesuai aturan hukum. Bekerja jujur tidak perlu takut sama Agama, Ahok, Ancaman hukuman berat. Hanya Pejabat Pertamina yang sarat melakukan perbuatan korupsi akan takut kepada Agama yang dianutnya, sama Ahok yang tegas bertindak dan Ancaman Hukuman Berat yang dapat dijatuhkan kepada dirinya sendiri.

                                                             Dr. Monang Siahaan, SH., MM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar