A.PENDAHULUAN.
Tema tulisan ini bersumber dari Face
Boek,yang menyatakan setan lebih takut kepada Ahok dari pada Agama.julukan
tersebut menunjukkan hebatnya Ahok dan walaupun kurang tepat pernyataan
tersebut tetapi kenyataannya demikian dalam perilaku Pejabat Negara. Dalam
tulisan ini yang dimaksud dengan Setan adalah Para Koruptor karna Para Koruptor
tidak punya rasa atas penderitaan orang lain, yang penting dirinya sendiri
senang,hal ini terkait menteri bumn sedang mengganti Jabatan Eselon I untuk
mengisi Direktur di Perusahaan Negara dan salah satu Calon Direktur Perusahaan
Negara atau Jabatan Komisaris ada yang Menolak Ahok sebagai Direktur/Pimpinan
Perusahaannya atau Komisaris Perusahaan Negara, yang menolak Ahok diduga yang
suka melakukan korupsi dilingkungan kerjanya dan bila Ahok sampai pimpinan
perusahaan atau komisaris
praktek-praktek korupsi selama ini akan dibongkar habis,banyak
keuntungan perusahaan Negara habis digerogoti,hingga 80 persen perusahaan
negara tidak bisa memberikan keuntungan kepada Negara, dan yang dapat memberikan
keuntungan hanya 20 persen dari seluruh Peruhaan Milik Negara. Ahok sudah
teruji pada waktu menjabat Gubernur DKI memberantas korupsi dilingkungan kerja
dan berani ribut dengan anggota DPRD DKI dalam memperjuangkan kepentingan
Rakyat, hingga masalahnya sampai Kepengadilan dihadapinya,apalagi menindak
bawahannya secara tegas tanpa pandang bulu jika terbukti melakukan perbuatan
korupsi atas Uang Negara.
B.JULUKAN
KATA SETAN.
Julukan kata Setan yang ditujukan
kepada Para Koruptor atas Uang Negara
dengan alasan :
1.Para Koruptor memakan Uang Negara yang
menyengsarakan rakyat banyak atau jutaan rakyat bahkan membunuh jutaan rakyat.
2.Hasil uang korupsi digunakan menambah
harta kekayaan dengan hidup hedonis atau
mewah dengan tinggal di rumah mewah ,memiliki mobil mewah,belanja keluar negeri
3.kesenjangan kehidupan ditengah-tengah
masyarakat antara keluarga koruptor dengan masyarakat miskin yang tinggal di
daerah kumuh,makan tiga kali sehari mengalami kesulitan.
4.Para Koruptor tidak pernah memperhatikan
kehidupan rakyat miskin,hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri.dan tidak
ada masalah bagi para koruptor,rakyat
miskin mati yang penting hidupnya mewah
Berdasarkan ke 4 alasan diatas
maka Para Koruptor itu disebut Setan. Kelakuannya tidak jauh dari setan.
C.DISUMPAH
SESUAI AGAMA DAN KEYAKINANNYA.
1.Disumpah Dulu.
Para Pejabat Negara sebelum menduduki
Jabatannya terlebih dahulu disumpah sesuai Agama yang dianutnya.agar
melaksanakan tugasnya sesuai aturan Hukum yang berlaku.dan takut melaksanakan
tugasnya yang bertentangan dengan Agama yang dianutnya,dengan harapan akan
takut melakukan kesalahan yang bertentangan dengan Agama yang dianutnya.
2.Rajin Menjalankan Ajaran Agama.
Melihat kehidupan sehari-hari Para
Pejabat Negara dan Penyelenggara Negara taat menjalankan Ajaran Agama yang
dianutnya. untuk Pejabat yang ber-Agama Islam rajin Sholat di Mesjid 5 kali sehari,untuk ber-Agama Kristen dan
Katolik rajin ke Gereja tiap minggu
ditambah lagi Berdoa setiap mau makan, Berdoa sebelum tidur,dan Berdoa sebelum
meninggalkan rumah,demikian juga Agama yang lain rajin menjalankan ajaran
Agamanya,dengan tujuan agar setiap langkahnya dalam melaksanakan tugasnya
mendapat lindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
3.Ancaman Hukumannya Berat.
Perbuatan korupsi sudah diatur dalam
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,
dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi serta Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan
Korupsi. melakukan perbuatan korupsi ancaman hukumannya sangat berat yaitu
hukuman mati,seumur hidup,dan hukuman badan maksimal 20 tahun.
4.Tetap
Korupsi.
Para Pejabat
Negara baik sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) atau Penyelenggara Negara,sebelum
memegang Jabatannya disumpah dulu sesuai Agama yang dipeluknya dan Para Pejabat
dan Aparat Sipil Negara dan Penyelenggara Negara dalam kehidupan sehari-hari
rajin menjalankan Ajaran Agama yang dianutnya,dan dalam Undang-Undang Korupsi ancaman
hukumannya sangat berat tetapi Para
Pejabat dan Aparat Sipil Negara tidak takut tetap melakukan perbuatan
korupsi yang mengambil yang bukan haknya
yang sangat bertentangan dengan tugasnya dan Ajaran Agama.
D.LEBIH
TAKUT SAMA AHOK.
1.Tegas Bertindak.
Ahok pada saat Menjabat Gubernur DKI
dalam melaksanakan tugasnya tegas sepanjang sesuai aturan hukum berupa menindak
Para Koruptor dilingkungan Pemda DKI, dan siap ribut bertentangan dengan DPRD
DKI sepanjang yang diperjuangkan untuk
kepentingan rakyat umum, demikian juga tegas membongkar daerah kumuh diatas
Tanah Negara dengan memberi tempat hunian dirumah susun,serta bersih dari
Perbuatan Korupsi atas Uang Negara, sampai saat ini Mantan Pejabat dan Pejabat
yang sedang Menjabat Ahok yang terbersih dari Perbuatan Korupsi.
2.Takut Sama Ahok.
Seperti dalam rencana pengisian Jabatan
di Pertamina dan akan diisi oleh Ahok selaku Direktur Utama atau Komisari Pertamina, dan Pimpinan Pertamina sekarang
bersama anak buahnya serta mengajak Umat menolak Ahok sebagai
Direktur/Komisaris Pertamina. Penolakan ini dilakukan yang suka mengkorupsi Uang Pertamina dan
Perusahaan Pertamina ini diduga sarat
melakukan perbuatan korupsi dan direktur pertamina sebelumnya tersangkut
perkara korupsi.jadi sebelumnya
pelantikannya Para Pejabat dan Karyawan Pertamina menolak Ahok, karna Ahok
kalau sudah sah dilantik menjadi Direktur/Komisaris perusahaan pertamina, dan
semua Pejabat Pertamina akan dibongkar masalahnya dan sudah merasa ketakutan
akan menjadi terdakwa dan berakhir Majelis Hakim menjatuhkan hukuman sesuai
perbuatannya. Dari kejadian di perusahaan Pertamina Para Pejabat Pertamina
mereka takut sama Ahok menjadi Direktur/Komisaris utama pertamina dan Pejabat
Pertamina tidak takut sama Agama dan ancaman hukuman berat yang tetap sarat
Melakukan Perbuatan Korupsi.
3.tidak perlu takut kepada
siapapun.
Para Pejabat
Negara baik sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) dan Penyelenggara Negara tidak
perlu takut kepada siapapun kalau semua pejabat negara melaksanakan tugasnya
dengan baik sesuai aturan hukum.dengan kejujuran dalam melaksanakan tugas tidak
perlu Pejabat Pertamina dan Aparatnya tidak perlu takut atas Agama yang
dianutnya dan juga tidak perlu takut kepada
Ahok selaku Direktur/komisaris
Perusahaan Pertamina dan ancaman hukuman berat.
4. Seharusnya Takut Sama Agama.
Pejabat dan
karyawan pertamina perlu takut sama Agama karna melakukan perbuatan korupsi
atau mengambil yang bukan haknya bertentangan dengan ajaran Agama yang dianutnya dan hukumannya dimasukkan
kedalam api neraka selamanya. sedangkan Ahok tidak perlu ditakuti karna Ahok
hanya sebagai manusia biasa kalaupun ditindak dimasukkan kedalam penjara lewat
putusan Hakim dan Majelis Hakim paling menjatuhkan hukuman beberapa tahun saja hukuman didunia ini yang sifatnya hanya sementara.
E.KESIMPULAN
DAN SARAN.
Berdasarkan hal
diatas dapat disimpulkan bahwa Pejabat Pertamina lebih takut sama Ahok dari
pada Agama.Para Pejabat dilantik sesuai agamanya dan rajin menjalani Ajaran Agamanya.Perbuatan Korupsi ancaman Hukumannya sangat
berat. Para Pejabat Negara sudah dilantik sesuai Agamanya ,ancamannya
sangat berat tetapi tidak Takut melakukan korupsi atas Uang Negara. Para
Pejabat Pertamina lebih takut sama Ahok menjadi Direktur/Komisaris Perusahaan
Pertamina dari pada Agama.Seharusnya pejabat dan karyawan pertamina lebih takut
kepada agama dari pada Ahok yang hanya sebagai manusia biasa
Pejabat dan Aparat Pertamina tidak
perlu takut kepada siapapun sepanjang melaksanakan tugasnya benar sesuai aturan
hukum. Bekerja jujur tidak perlu takut sama Agama, Ahok, Ancaman hukuman berat.
Hanya Pejabat Pertamina yang sarat melakukan perbuatan korupsi akan takut
kepada Agama yang dianutnya, sama Ahok yang tegas bertindak dan Ancaman Hukuman
Berat yang dapat dijatuhkan kepada dirinya sendiri.
Dr. Monang Siahaan, SH., MM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar