Minggu, 19 Juli 2020

RISMA HARINI WALIKOTA SURABAYA SUJUD KEPADA DOKTER TERKAIT VIRUS CORONA


A.PENDAHULUAN.

Risma Harini Walikota Surabaya sujud  kepada dokter terkait Virus Corona, sujudnya Risma Harini mungkin melihat banyaknya jasa dan pengorbanan Para dokter dalam menangani Virus Corona yang merupakan wabah yang sedang melanda seluruh Wilayah Indonesia,dan wabah Virus Corona ini sangat ditakuti Masyarakat yang banyak tertular kepada Anggota Masyarakat dan bahkan banyak Para Pasien meninggal dunia ditambah lagi Daerah  Jawa Timur ter-Tanggal 30 Juni 2020 ini tertinggi terkena Virus Corona diseluruh Wilayah Indonesia. pada hal Para dokter dan Para Medis sudah banyak berbuat tetap Virus Corona tidak berkurang malah bertambah terus yang terkena Virus Corona,walaupun demikian Risma Harini selaku Walikota Surabaya tetap bersujut kepada dokter atas jasa dan pengorbanannya dalam menghadapi Virus Corona, sujut tersebut kepada dokter memperlihatkan  bahwa besarnya perhatian Risma  Harini kepada Masyarakat Surabaya  dan juga sebagai pertanda cintanya Risma Harini kepada Rakyat Surabaya. tindakan Risma Harini sampai sujud kepada dokter tidak wajar berlebihan karna tidak pantas Risma Harini sujud kepada dokter sebagai Manusia biasa  dan sebagai   bawahannya ditambah lagi masalah wabah virus corona ini merupakan tugas utamanya untuk mengobatinya sesuai kemampuan mereka ,dan risma harini pantas sujud hanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai pencipta alam semesta yang tidak berawal dan tidak berahir.

B.SUJUD KEPADA DOKTER.
    Para dokter sudah banyak berkorban dan mengabdinya dalam menangani Virus Corona didaerah Surabaya Jawa Timur ,untuk memperlihatkan rasa hormat Risma Harini kepada Masyarakat Surabaya diwujutkannya dengan sujut kepada dokter yang sudah bersusah payah menanggulangi Virus Corona atas Rakyat Surabaya. tindakan Walikota Surabaya Jawa Timur Risma Harini kurang tepat sebagai berikut :

    1.Berlebihan.
Tindakan Risma Harini selaku Walikota Surabaya Jawa Timur berlebihan dan tidak wajar sujud kepada dokter hanya sebagai Manusia biasa ditambah lagi dokter tersebut bawahannya.cukup memberikan penghormatan biasa,dengan sujutnya Risma Harini kepada dokter malah pandangan Masyarakat Surabaya negatif dan tidak pantas dilakukan kepada Manusia biasa dan kepada atasanya pun tidak pantas dilakukan kalau masih manusia biasa.

   2.Wajib.
      Risma Harini yang wajib memberikan sujud kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karna sebagai pencipta alam semesta yang tidak berawal dan tidak berakhir dan hidup selamanya ,maka setiap yang percaya kepadanya wajib bersujud menghadapnya,sedangkan dokter tersebut hanya Manusia biasa saja tidak perlu bersujut walau sudah banyak jasanya mengobati yang terkena wabah  Virus Corona

   3.Wajar.
Risma Harini bila melihat jasa dokter sudah besar mengobati Masyarakat Surabaya Jawa Timur cukup memberikan salam biasa tidak perlu memberikan salam yang berlebihan  sebagai perwujutan penghargaan Walikota Surabaya Jawa Timur Risma Harini kepada dokter tersebut.yang penting Walikota Surabawa Risma Harini melengkapi semua obat-obat yang dibutuhkan Rumah Sakit dan Masyarakat Umum di Apotik-Apotik serta melengkapi pakaian khusus untuk Virus Corona untuk menangkal Virus Corona pada waktu memeriksa Pasien yang terkena Virus Corona, serta melengkapi penangpungan Rumah Sakit yang sudah berlebihan atau sudah over kapasitas setiap rumah Sakit Umum dan Swasta di Daerah Surabaya

   4.Tanda Jasa.
Untuk memberikan hormat kepada dokter terkait pengorbanannya dalam menanggulangi Virus Corona selain memberikan salam memberikan penghargaan dalam bentuk tanda Jasa yang ber-Sertipikat berguna sebagai kenang-kenangan atas kinerjanya dalam menangani Virus Corona yang dapat digantungkan didingding Rumahnya sebagai kebanggaannya. bagi dokter tersebut lebih berguna baginya tanda jasa dengan penghargaan berupa sertipikat tersebut daripada disembah sujut atau dengan salam biasa.

   5.Tugas Utamanya.
      Para dokter memberikan pengobatan kepada Masyarakat Surabaya Jawa Timur suatu hal yang wajar karna hal itu merupakan tugas utama dokter dan hanya profesi dokter dan suster yang dapat menanganinya, sedangkan Masyarakat lain tidak boleh menanganinya paling hanya bisa membantu para dokter dan petugas medis lainnya yang sipatnya pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan medis. bahwa mengatasi Virus Corona merupakan tugas utamanya cukup memberikan salam atau memberi tanda jasa atas kinerjanya dalam menanggulangi Virus Corona atas Masyarakat Surabaya.

  6.Tidak Baik.
Walikota Surabaya Risma Harini memberikan sujud kepada dokter tidak baik apalagi kalau Masyarakat Umum melihatnya memberi contoh yang tidak baik. Masyarakat nanti bisa memberi pandangan negatif hanya manusia biasa saja dokternya, dan wajib sujud hanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Risma Harini untuk Presiden Joko Widodo saja tidak pernah sujut demikian juga Gubernur Jawa Timur Kopifah Indarparawangsa tidak pernah sujut pada hal Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Timur Kofifah atasannya langsung yang jauh diatasnya.

   7.Kerjasama Dengan Rumah Sakit Lainnya
      Mengingat Rumah Sakit Umum di-Surabaya Jawa Timur sudah penuh penghuni yang diopname perlu kerjasama dengan daerah tingkat dua lainnya lewat Gubernur Jawa Timur Kofifah terutama yang Rumah Sakitnya masih relatif yang opname belum banyak dan masih bisa menampung pasien yang sakit Virus Corona

C.KESIMPULAN DAN SARAN

Bertalian dengan informasi diatas dapat disimpulkan bahwa Walikota Surabaya Jawa Timur Risma Harini sujud dikaki dokter atas jasanya menanggulangi Virus Corona.tindakan Risma Harini sujud kepada dokter berlebihan . Dokter itu hanya manusia biasa tidak pantas sujut apalagi dokter tersebut bawahannya.untuk menghargai jasa dokter cukup diberi tanda Jasa berupa Sertipikat
               Bertalian dengan kesimpulan diatas dapat disarankan bahwa Risma Harini cukup memberikan salam terima kasih atau dengan memberi tanda jasa kepada para medis disamping berguna untuk kenang-kenangan dan juga tidak pantas bersujut disamping dokter Manusia biasa  ditambah bawahannya serta tidak baik dilihat Masyarakat Umum,dan yang pantas bersujut hanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Masalah Virus Corona ini merupakan tugas utama dokter/para medis,hal demikian para medis yang bertanggung jawab atas pengobatannya, jadi yang wajar saja menghormati kepada para medis dalam melaksanakan tugasnya dan tidak perlu seorang Walikota Surabaya Jawa Timur sampai sujut kepada dokter.

                                                         Dr. Monang Siahaan, SH., MM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar