A.PENDAHULUAN.
Risma Harini
Walikota Surabaya sujud kepada dokter
terkait Virus Corona, sujudnya Risma Harini mungkin melihat banyaknya jasa dan
pengorbanan Para dokter dalam menangani Virus Corona yang merupakan wabah yang
sedang melanda seluruh Wilayah Indonesia,dan wabah Virus Corona ini sangat
ditakuti Masyarakat yang banyak tertular kepada Anggota Masyarakat dan bahkan
banyak Para Pasien meninggal dunia ditambah lagi Daerah Jawa Timur ter-Tanggal 30 Juni 2020 ini
tertinggi terkena Virus Corona diseluruh Wilayah Indonesia. pada hal Para
dokter dan Para Medis sudah banyak berbuat tetap Virus Corona tidak berkurang
malah bertambah terus yang terkena Virus Corona,walaupun demikian Risma Harini
selaku Walikota Surabaya tetap bersujut kepada dokter atas jasa dan
pengorbanannya dalam menghadapi Virus Corona, sujut tersebut kepada dokter
memperlihatkan bahwa besarnya perhatian
Risma Harini kepada Masyarakat
Surabaya dan juga sebagai pertanda
cintanya Risma Harini kepada Rakyat Surabaya. tindakan Risma Harini sampai
sujud kepada dokter tidak wajar berlebihan karna tidak pantas Risma Harini
sujud kepada dokter sebagai Manusia biasa
dan sebagai bawahannya ditambah
lagi masalah wabah virus corona ini merupakan tugas utamanya untuk mengobatinya
sesuai kemampuan mereka ,dan risma harini pantas sujud hanya kepada Tuhan Yang
Maha Kuasa sebagai pencipta alam semesta yang tidak berawal dan tidak berahir.
B.SUJUD
KEPADA DOKTER.
Para dokter sudah banyak berkorban dan
mengabdinya dalam menangani Virus Corona didaerah Surabaya Jawa Timur ,untuk
memperlihatkan rasa hormat Risma Harini kepada Masyarakat Surabaya
diwujutkannya dengan sujut kepada dokter yang sudah bersusah payah
menanggulangi Virus Corona atas Rakyat Surabaya. tindakan Walikota Surabaya
Jawa Timur Risma Harini kurang tepat sebagai berikut :
1.Berlebihan.
Tindakan Risma
Harini selaku Walikota Surabaya Jawa Timur berlebihan dan tidak wajar sujud
kepada dokter hanya sebagai Manusia biasa ditambah lagi dokter tersebut
bawahannya.cukup memberikan penghormatan biasa,dengan sujutnya Risma Harini
kepada dokter malah pandangan Masyarakat Surabaya negatif dan tidak pantas
dilakukan kepada Manusia biasa dan kepada atasanya pun tidak pantas dilakukan
kalau masih manusia biasa.
2.Wajib.
Risma Harini yang wajib memberikan sujud
kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karna sebagai pencipta alam semesta yang tidak
berawal dan tidak berakhir dan hidup selamanya ,maka setiap yang percaya
kepadanya wajib bersujud menghadapnya,sedangkan dokter tersebut hanya Manusia
biasa saja tidak perlu bersujut walau sudah banyak jasanya mengobati yang
terkena wabah Virus Corona
3.Wajar.
Risma Harini bila
melihat jasa dokter sudah besar mengobati Masyarakat Surabaya Jawa Timur cukup
memberikan salam biasa tidak perlu memberikan salam yang berlebihan sebagai perwujutan penghargaan Walikota
Surabaya Jawa Timur Risma Harini kepada dokter tersebut.yang penting Walikota
Surabawa Risma Harini melengkapi semua obat-obat yang dibutuhkan Rumah Sakit
dan Masyarakat Umum di Apotik-Apotik serta melengkapi pakaian khusus untuk
Virus Corona untuk menangkal Virus Corona pada waktu memeriksa Pasien yang
terkena Virus Corona, serta melengkapi penangpungan Rumah Sakit yang sudah
berlebihan atau sudah over kapasitas setiap rumah Sakit Umum dan Swasta di
Daerah Surabaya
4.Tanda Jasa.
Untuk
memberikan hormat kepada dokter terkait pengorbanannya dalam menanggulangi
Virus Corona selain memberikan salam memberikan penghargaan dalam bentuk tanda
Jasa yang ber-Sertipikat berguna sebagai kenang-kenangan atas kinerjanya dalam
menangani Virus Corona yang dapat digantungkan didingding Rumahnya sebagai
kebanggaannya. bagi dokter tersebut lebih berguna baginya tanda jasa dengan
penghargaan berupa sertipikat tersebut daripada disembah sujut atau dengan
salam biasa.
5.Tugas Utamanya.
Para dokter memberikan pengobatan kepada
Masyarakat Surabaya Jawa Timur suatu hal yang wajar karna hal itu merupakan
tugas utama dokter dan hanya profesi dokter dan suster yang dapat menanganinya,
sedangkan Masyarakat lain tidak boleh menanganinya paling hanya bisa membantu
para dokter dan petugas medis lainnya yang sipatnya pekerjaan yang tidak ada
hubungannya dengan medis. bahwa mengatasi Virus Corona merupakan tugas utamanya
cukup memberikan salam atau memberi tanda jasa atas kinerjanya dalam
menanggulangi Virus Corona atas Masyarakat Surabaya.
6.Tidak Baik.
Walikota
Surabaya Risma Harini memberikan sujud kepada dokter tidak baik apalagi kalau
Masyarakat Umum melihatnya memberi contoh yang tidak baik. Masyarakat nanti
bisa memberi pandangan negatif hanya manusia biasa saja dokternya, dan wajib
sujud hanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Risma Harini untuk Presiden Joko
Widodo saja tidak pernah sujut demikian juga Gubernur Jawa Timur Kopifah
Indarparawangsa tidak pernah sujut pada hal Presiden Joko Widodo dan Gubernur
Jawa Timur Kofifah atasannya langsung yang jauh diatasnya.
7.Kerjasama Dengan Rumah Sakit Lainnya
Mengingat Rumah Sakit Umum di-Surabaya
Jawa Timur sudah penuh penghuni yang diopname perlu kerjasama dengan daerah
tingkat dua lainnya lewat Gubernur Jawa Timur Kofifah terutama yang Rumah
Sakitnya masih relatif yang opname belum banyak dan masih bisa menampung pasien
yang sakit Virus Corona
C.KESIMPULAN
DAN SARAN
Bertalian
dengan informasi diatas dapat disimpulkan bahwa Walikota Surabaya Jawa Timur
Risma Harini sujud dikaki dokter atas jasanya menanggulangi Virus Corona.tindakan
Risma Harini sujud kepada dokter berlebihan . Dokter itu hanya manusia biasa
tidak pantas sujut apalagi dokter tersebut bawahannya.untuk menghargai jasa
dokter cukup diberi tanda Jasa berupa Sertipikat
Bertalian dengan kesimpulan diatas
dapat disarankan bahwa Risma Harini cukup memberikan salam terima kasih atau
dengan memberi tanda jasa kepada para medis disamping berguna untuk
kenang-kenangan dan juga tidak pantas bersujut disamping dokter Manusia biasa ditambah bawahannya serta tidak baik dilihat
Masyarakat Umum,dan yang pantas bersujut hanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Masalah Virus Corona ini merupakan tugas utama dokter/para medis,hal demikian
para medis yang bertanggung jawab atas pengobatannya, jadi yang wajar saja
menghormati kepada para medis dalam melaksanakan tugasnya dan tidak perlu
seorang Walikota Surabaya Jawa Timur sampai sujut kepada dokter.
Dr. Monang Siahaan, SH., MM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar