Jumat, 17 Juli 2020

PENUSUKAN WIRANTO MENTERI POLKAM


A.PENDAHULUAN.
  Wiranto Menteri Politik dan Keamanan pada Hari Kamis Tanggal 10 Oktober 2019 saat kunjungan kerja ke Menes Pandeglang Banten,ketika keluar dari dalam Mobil Land Cruiser Prado dengan Nomor Polisi RI.16 plat nomor untuk Mengkopolkam, bersalaman dengan Polisi Kapolsek Menes Kompol Dariyanto, Syahrial Alamsyah alias  Abu Rara menusuk wiranto  yang mengenai bagian perut  hingga mengenai  usus dan saat itu langsung dibawa kerumah sakit RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat dengan helikopter dan saat ini sampai Tanggal 12 Oktober 2019 masih dirawat di ruangan khusus Cerebro Intensive Care Unit (CICU),banyak Pejabat Tinggi termasuk Presiden Joko Widodo selama tiga hari dikunjungi melihat kondisi Wiranto.luka yang dialami Wiranto  keadaannya  soal penusukan Menko Polhukam Wiranto.

B.PENCOPOTAN JABATAN DAN KESEDIHAN.
   1.Pencopotan Jabatan Dandim.
      Dandim Kendari Kolonel Hendi Suhendi dicopot Jabatannya gara-gara postin-ngan  nyinyir Isterinnya soal penusukan Menko Polhukam  Wiranto. Pangdam Hasanuddin dan Keluarganya berhati-hati serius ,tidak bisa dianggap main-main.hal ini merupakan peringatan buat semua Pejabat untuk lebih meningkatkan pengamanan agar tidak terjadi seperti yang dialami Wiranto.
   2.Hukuman Hendi Suhendi.
  Hendi Suhendi akan dihukum sesuai dengan aturan yang berllaku untuk disiplin prajurit kata Surawahadi sudah membuat STR Nomor 9 Tanggal 9 Januari 2019 yang memerintahkan   kepada para Prajurit ,termasuk keluarganya untuk tidak membuat hoax ataupun hal-hal propokatif di Media Sosial.melanggar Pasal 8a Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014  Tentang Hukum Disiplin Militer yakni segala perbuatan yang bertentangan dengan Printah Kedinasan ,Peraturan Kedinasan ,atau perbuatan yang tidak sesuai  dengan Tata Tertib Militer. Dan Hendi Suhendi dihukum 14 hari.sudah Disidang dan ditahan 14 hari di Denpom Kendari,ujar Danrem 143/HO Kendari Kolonel Inf. Yustinus Nono Yulianto terpisah.
   3.Isteri Menangis.
  Irma Nasution Isteri Hendi Suhendi seketika menangis saat bersalaman usai proses serah terima jabatan suaminya Damdim Kendari dari hHendi Suhendi dengan Kolonel Inf.Alamsyah ,serah terima Jabatan  berlangsung di Aula Sudirman Makorem  143 Halu Oleo (HO) Kendari.Upacara Dipimpin langsung Danrem 143 Kolonel Yustinus Nono Yolianto.
    4.Memposting Soal Penusukan Wiranto
   Kasad Jenderal Andika Perkasa Isteri Hendi Suhendi bernama Irma Nasution dan Prajurit Detasemen Kaveleri Berkuda Bandung  Sersan Dua Z Isterinya IZ juga memposting soal penusukan Wiranto,kedua individu melanggar  UU 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Nomor 8 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronika,maka akan didorong prosesnya ke-Peradilan Umum karena memang status dua individu itu masuk dalam ranah Peradilan Umum ujar KSAD  Jenderal Andika Perkasa di RSPAD  Gatot Subroto Jakarta Pusat,Jumat Tanggal 11 Oktober 2019.

C.TINDAKAN
    1.Polisi
      Pada prinsipnya Polisi siap menerima pelimpahan laporan atas Irma Nasution Isteri Hendi Suhendi  dan LZ isterinya Z tersebut ,ujar  Kabid Humas Polda Sultra AKBP   Harry Goldenhardt saat dimintai konfirmasi Sabtu Tanggal 12 Oktober 2019.
   2.Guru Di Serang.
      Guru SMP Negeri 14 Kota Serang,Rahayu Hayati,mendapat Surat Peringatan dari Pemkot karena status Medsosnya pasca-penusukan Menko Polhukam Wiranto di Menes,Pandeglang .di statusnya,ia menulis soal teroris hanya membawa pisau dapur.Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin  mengatakan Guru  tersebut sudah dipanggil oleh Kepala Sekolah dan diberi surat peringatan .ia juga memberikan peringatan dan imbauan kepada Guru dan PNS dilingkungan Penkot untuk tidak berkomentar  dan membuat status yang dapat menimbulkan dampak hukum.
   3.Hanum Rais Berita Hoax.
      Hanum Rais menulis di akunnya  twitter-nya terkait penusukan Wiranto ,Hanum menyebut  penyerangan terhadap Menko Polhukam  Wiranto merupakan rekayasa.Sekjen PDI-P Hasto  mengatakan hanya Hanum Rais yang tidak percaya  soal penusukan  itu,tegas Hasto Kristiyanto sehabis menjenguk Wiranto  di RSPAD Gatot Subroto  Jalan Abdur Rahman Saleh  Jakarta Pusat,Senin Tanggal 14 Oktober 2019.

D.RUMAH SAKIT.
   1.Rumah Sakit Sari Asih Pandeglang.
      Kapolsek  Menes Kompol Dariyanto  salah satu korban penusukan bersama Menko Polhukam Wiranto sudah baik dan sudah pulang kerumahnya.sedangkan Alamsyah Alias Abu Rara dan Isterinya Fitria Andriana Alias Pipit 21 Tahun sempat dirawat di Rumah Sakit Sari Asih Kota Serang sudah baik  sudah boleh  dibawa ke Kantor Polisi untuk diproses kasusnya, kata Agus kepada Wartawan pada Hari Senin Tanggal 14 Oktober 2019
   2.Dibawa Ke Mabes.
        Abu Rara dan Pipit Dian dibawa  personel Detasemen khusus Densus ke Mabes Polri Jakarta langsung ditangkap di bawa ke Polda Banten sedangkan Anak Abu Rara di bawa kekeluarga  Abu Rara ke Medan.

E.KESEPAKATAN SUAMI ISTERI TERORIS
Baju yang dipakai Abu Rara pada saat penusukan Wiranto memakai koko hitam dan celana putih  sedangkan Pipit mengenakan gamis hitam  dengan menutup wajahnya dengan cadar. Abu  Rara kepada Isterinya nanti kamu serang Polisi  yang terdekat dengan kamu,perintah Abu Rara.

F.BALAS DENDAM DAN BERPINDAH-PINDAH
    1.Balas Dendam
       Penusukan Wiranto  yang sebetulnya tidak mengenal Wiranto itu hendak balas dendam  atas penangkapan Fazri Pahlawan Abu Zee Ghuroba ,pemimpin JAD Bekasi Jawa Barat.
   2.Abu Rara Berpindah-Pindah Tempat.
      Dugaan Abu Rara terkait  JAD dikuatkan  dari telisik Badan Intelijen Negara (BIN)  bila dia terkait jaringan kelompok JAD di Bekasi. JAD juga kelompok yang berbaiat kepada Islamic State  of Irac and Syria (ISIS).kelompok teroris yang di-Irak dan Suriah sudah jauh berkurang kekuatannya,dari dua pelaku ini kita sudah bisa mengidentifikasi bahwa pelaku adalah kelompok JAD Bekasi,kata kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat Kamis Tanggal 10 Oktober 2019.
            Abu Rara terdekteksi beberapa kali pindah  rumah sejak dari Medan.awalnya ia terdeteksi sebagai sel jaringan  JAD Kediri ,Jawa Timur dan tinggal disana,setelah itu pindah ke Bogor  Jawa Barat,namun,setelah bercerai dengan Isterinya  pertamanya, Abu Rara pindah ke Menes,Pandeglang Banten.ia tinggal di Menes difasilitasi  Abu Samsudin,salah satu tokoh JAD Menes.(detic com.) 

 G.KONDISI SEKARANG.
Menurut ketua Nadlatul Ulama Siratz Ketua Nadlatul Ulama Indonesia situasi Indonesia sekarang sudah masuk darurat radikal/terorisme. Untuk itu Pemerintah tidak boleh kalah harus bertindak secara tegas sesuai aturan hukum.

 H.LANGKAH PRESIDEN JOKO WIDODO.
Presiden Joko Widodo baru memikirkan langkah bertindak terkait penusukan Menko Polhukam Wiranto demi menjaga Keamanan dan Politi dalam nNgeri Indonesia.jangan sampai salah mengambil tindakan yang menimbulkan masalahnya lebih besar serta bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku,maka perlu memikirkan tindakan yang tepat dan tegas tanpa melanggar hukum.

  I.USULAN PENULIS.
Melihat situasi dan kondisi Masyarakat sudah kurang baik sesuai pernyataan  Ketua Nadlatul Ulama Siratz Ketua Nadlatul Ulama Indonesia situasi Indonesia sekarang sudah masuk darurat radikal/terorisme (pernyataan Sirazs di Metro TV pada Hari Selasa Tanggal 15 sekitar Jam 16.00 Wib,Selasa Tanggal 15-10-2019) berdasarkan itu Pemerintah harus bertindak tegas salah satu tindakan Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang,pada prinsipnya   isinya yaitu semua Anggota terorisme dan radikal dapat ditangkap walaupun tidak berbuat yang berbeda dengan UU Teroris Lama menangkap teroris setelah berbuat.dengan demikian Polisi dan Militer dapat bertindak dapat menahan selama 2 Tahun.maksud diusulkan Presiden menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang supaya cepat,kalau melalui DPR RI dan Pemerintah belum tentu menyetujui Polisi menangkap teroris/radikalisma sebelum bertindak,disamping itu makan waktu lama,diantara partai politik yang duduk sebagai Anggota DPR RI ada pendukung terorisme dan radikalisme secara diam-diam.

  J.TINDAKAN SEMENTARA POLISI.
     Melihat situasi dan kondisi terkait penusukan Menko Polhukam Wiranto, Jajaran Kepolisia telah bertindak dengan menangkap anggota Teroris di beberapa daerah di Indonesian antara lain JAD bekasi,JAD bali dll. Dan sesuai usulan Menteri Pertahanan Ria Mirza Ria Kudu menyatakan menerapkan Resimen Mahasiswa di setiap Universitas di Indonesia untuk mengantisipasi Mahasiswa yang berhaluan radikal.

 K.CIRI TERORIS BEKERJA DI MEDSOS.
     Ada 4 ciri teroris yang bekerja di Medsos yaitu:
     a.Menyatakan bahwa kejadian terrorisme menelan banyak korban tersebut sebagai settingan ,drama atau rekayasa.ini dilakukan agar Masyarakat tidak bersimpati terhadap hilangnya nyawa korban.
     b.Menfokouskan berita korban jiwa akibat terorisme dengan berita lain yang tidak ada sangkut pautnya tujuannya agar  Masyarakat lupa dengan kekejaman terorisme.
     c.Menggunakan kata melecehkan buat menggambarkan keadaan korban ini memang sesuai tabiat  para teroris yaitu senang bila melihat korbannya tersiksa.
     d.Suka menyalahkan aparat hukum bila terjadi tindakan terorisme .pada hal Aparat  Hukum adalah garda terdepan membendung tindakan terorisme tapi oleh para teroris Medsos keadaannya diputar-balik.teroris pengebom bunuh diri dianggap korban konspirasi .sedangkan Aparatlah yang   menjadi sutradara terorismenya.
     e.Suka mencaci Pemerintah dengan istilah-istilah tak enak keagamaan.misal Pemerintah dituduh anti islam.thoghut ,musuh allah,pelaku bidah ,penegak hukum kufur ,dan sebaiknya ini bertujuan membangkitkan aroma kebencian rakyat dengan Pemerintah  padahal akar terorisme adalah kebencian.ingat teroris,hanya mau membunuh sesuatu yang dibencinya.(WA dari Astuti HP.62 821-1023-888 Tanggal 13 Oktober 2019).

L.MENJELANG PELANTIKAN PRESIDEN JOKO WIDODO.
     Dalam rencana hari pelantikan Joko Widodo  Hari Minggu saat Umat Kristen  ber-Ibadah,sudah rencana penyerangan rumah Ibadah saat Pelantikan. Dan tidak ada salahnya  semua Gereja Siaga.Polri menyebut para terduga teroris dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap Densus di-Cerobon berencana beraksi dengan bom racun. bom tersebut, disebut Polri ,mampu menewaskan 100 orang.temuan menarik pada hari ini bahwa untuk bom-bom yang sudah disiapkan  untuk digunakan oleh pengantin ini memiliki daya ledak tinggi atau high explosive,campuran kimia lebih berbahaya ,kata Karo Penmas Divisi Humas  Polri Bigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Jalan Trunoijoyo Kebayoran Baru Jakarta Selatan ,Selasa 15-10-2019.

M.TERPAPAR RADIKALISME.
       Rya Mizard Ryakucudu Menteri Pertahanan  (Menhan) Menyebut sekitar 23,4 persen Mahasiswa terpapar  radikalisme dan setuju pembentukan Negara Khilafah untuk mencegah ini akan menghidupkan Resimen Mahasiswa (Menwa) di Perguruan Tinggi 23,4 persen terpapar radikalisme.dan TNI 3 persen terpapar radikalisme dan sikapnya tak Pancasila lagi.19,4 persen Aparat Sipil Negara (ASN) sudah terpapar radikalisme menolak Pancasila dan siap jihad(detik news),ada bom rakitan dari Dosen IPB berdaya ledak tinggi,bukan molotov
        Polri pecat Bripda Nesti  yang sekelompok dengan penyerang Wiranto,dan puluhan Atlet Nasional terindikasi radikalisme.pengikut  Polwan Nesti  yang seharusnya melindungi masyarakat  tapi malah udah dipersiapkan jadi pelaku bom bunuh diri.

N.KEDEPAN
    Bisa bayangin mereka dalam 5-10 Tahun mendatang ?bisa bayangin  apa yang terjadi ? lihat Suriah saja.bila sudah besar jumlah pengikutnya dan sudah berkuasa selanjutnya sesama garis keras nanti akan ribut lagi kelompok lain harus mengikuti ajarannya,akhirnya Negara Indonesia akan hancur seperti dinegara Arab seperti Negara Surya dan Negara lainnya.Maka jauh sebelumnya pemerintah Joko Widodo bertindak tegas kepada kelompok radikal garis keras.

 O.KESIMPULAN DAN SARAN.
    Berdasarkan informasi diatas dapat disimpulkan bahwa Abu Rara telah menusuk Wiranto Menteri Polhukam di Menes Pandeglang.setelah penusukan Wiranto dibawa ke RSU Pandeglang selanjutnya dibawa ke RSPAD Gatot Subroto. Dandim Kendari Kolonel Hendi Suhendi dicopot jabatannya gara-gara postin-ngan  nyinyir Isterinnya soal penusukan Menko Polhukam  Wiranto. Abu Rara berpindah-pindah tempat tinggal.
              Bertalian dengan kesimpulan diatas dapat disarankan bahwa Aparat Negara dalam menjalankan tugasnya supaya dilakukan pengawalan yang baik guna mencegah serangan dari kelompok radikal garis keras. Pemerintah tidak boleh kalah menhadapi kelompok radikalis garis keras dan melakukan penangkapan serta mengadilinya.

                                                                  Dr. Monang Siahaan, SH., MM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar