A.PENDAHULUAN.
Wiranto Menteri
Politik dan Keamanan pada Hari Kamis Tanggal 10 Oktober 2019 saat kunjungan
kerja ke Menes Pandeglang Banten,ketika keluar dari dalam Mobil Land Cruiser
Prado dengan Nomor Polisi RI.16 plat nomor untuk Mengkopolkam, bersalaman
dengan Polisi Kapolsek Menes Kompol Dariyanto, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara menusuk wiranto yang mengenai bagian perut hingga mengenai usus dan saat itu langsung dibawa kerumah
sakit RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat dengan helikopter dan saat ini sampai
Tanggal 12 Oktober 2019 masih dirawat di ruangan khusus Cerebro Intensive Care
Unit (CICU),banyak Pejabat Tinggi termasuk Presiden Joko Widodo selama tiga
hari dikunjungi melihat kondisi Wiranto.luka yang dialami Wiranto keadaannya
soal penusukan Menko Polhukam Wiranto.
B.PENCOPOTAN
JABATAN DAN KESEDIHAN.
1.Pencopotan Jabatan Dandim.
Dandim
Kendari Kolonel Hendi Suhendi dicopot Jabatannya gara-gara postin-ngan nyinyir Isterinnya soal penusukan Menko
Polhukam Wiranto. Pangdam Hasanuddin dan
Keluarganya berhati-hati serius ,tidak bisa dianggap main-main.hal ini
merupakan peringatan buat semua Pejabat untuk lebih meningkatkan pengamanan
agar tidak terjadi seperti yang dialami Wiranto.
2.Hukuman Hendi Suhendi.
Hendi Suhendi akan dihukum sesuai dengan
aturan yang berllaku untuk disiplin prajurit kata Surawahadi sudah membuat STR
Nomor 9 Tanggal 9 Januari 2019 yang memerintahkan kepada para Prajurit ,termasuk keluarganya
untuk tidak membuat hoax ataupun hal-hal propokatif di Media Sosial.melanggar
Pasal 8a Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014
Tentang Hukum Disiplin Militer yakni segala perbuatan yang bertentangan
dengan Printah Kedinasan ,Peraturan Kedinasan ,atau perbuatan yang tidak
sesuai dengan Tata Tertib Militer. Dan
Hendi Suhendi dihukum 14 hari.sudah Disidang dan ditahan 14 hari di Denpom Kendari,ujar
Danrem 143/HO Kendari Kolonel Inf. Yustinus Nono Yulianto terpisah.
3.Isteri Menangis.
Irma Nasution Isteri Hendi Suhendi seketika
menangis saat bersalaman usai proses serah terima jabatan suaminya Damdim
Kendari dari hHendi Suhendi dengan Kolonel Inf.Alamsyah ,serah terima Jabatan berlangsung di Aula Sudirman Makorem 143 Halu Oleo (HO) Kendari.Upacara Dipimpin
langsung Danrem 143 Kolonel Yustinus Nono Yolianto.
4.Memposting Soal Penusukan
Wiranto
Kasad Jenderal Andika Perkasa Isteri Hendi Suhendi bernama Irma Nasution
dan Prajurit Detasemen Kaveleri Berkuda Bandung
Sersan Dua Z Isterinya IZ juga memposting soal penusukan Wiranto,kedua
individu melanggar UU 19 Tahun 2016
Tentang Perubahan Atas Nomor 8 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronika,maka
akan didorong prosesnya ke-Peradilan Umum karena memang status dua individu itu
masuk dalam ranah Peradilan Umum ujar KSAD
Jenderal Andika Perkasa di RSPAD
Gatot Subroto Jakarta Pusat,Jumat Tanggal 11 Oktober 2019.
C.TINDAKAN
1.Polisi
Pada prinsipnya Polisi siap menerima pelimpahan laporan atas Irma
Nasution Isteri Hendi Suhendi dan LZ
isterinya Z tersebut ,ujar Kabid Humas
Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt
saat dimintai konfirmasi Sabtu Tanggal 12 Oktober 2019.
2.Guru
Di Serang.
Guru SMP Negeri 14 Kota Serang,Rahayu
Hayati,mendapat Surat Peringatan dari Pemkot karena status Medsosnya
pasca-penusukan Menko Polhukam Wiranto di Menes,Pandeglang .di statusnya,ia
menulis soal teroris hanya membawa pisau dapur.Wakil Wali Kota Serang Subadri
Ushuludin mengatakan Guru tersebut sudah dipanggil oleh Kepala Sekolah
dan diberi surat peringatan .ia juga memberikan peringatan dan imbauan kepada
Guru dan PNS dilingkungan Penkot untuk tidak berkomentar dan membuat status yang dapat menimbulkan
dampak hukum.
3.Hanum Rais Berita Hoax.
Hanum Rais menulis di akunnya twitter-nya terkait penusukan Wiranto ,Hanum
menyebut penyerangan terhadap Menko
Polhukam Wiranto merupakan
rekayasa.Sekjen PDI-P Hasto mengatakan
hanya Hanum Rais yang tidak percaya soal
penusukan itu,tegas Hasto Kristiyanto
sehabis menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot
Subroto Jalan Abdur Rahman Saleh Jakarta Pusat,Senin Tanggal 14 Oktober 2019.
D.RUMAH
SAKIT.
1.Rumah Sakit Sari Asih Pandeglang.
Kapolsek
Menes Kompol Dariyanto salah satu
korban penusukan bersama Menko Polhukam Wiranto sudah baik dan sudah pulang
kerumahnya.sedangkan Alamsyah Alias Abu Rara dan Isterinya Fitria Andriana
Alias Pipit 21 Tahun sempat dirawat di Rumah Sakit Sari Asih Kota Serang sudah
baik sudah boleh dibawa ke Kantor Polisi untuk diproses
kasusnya, kata Agus kepada Wartawan pada Hari Senin Tanggal 14 Oktober 2019
2.Dibawa
Ke Mabes.
Abu Rara dan Pipit Dian dibawa personel Detasemen khusus Densus ke Mabes
Polri Jakarta langsung ditangkap di bawa ke Polda Banten sedangkan Anak Abu
Rara di bawa kekeluarga Abu Rara ke
Medan.
E.KESEPAKATAN
SUAMI ISTERI TERORIS
Baju yang
dipakai Abu Rara pada saat penusukan Wiranto memakai koko hitam dan celana
putih sedangkan Pipit mengenakan gamis
hitam dengan menutup wajahnya dengan
cadar. Abu Rara kepada Isterinya nanti
kamu serang Polisi yang terdekat dengan
kamu,perintah Abu Rara.
F.BALAS
DENDAM DAN BERPINDAH-PINDAH
1.Balas Dendam
Penusukan Wiranto yang sebetulnya tidak mengenal Wiranto itu
hendak balas dendam atas penangkapan
Fazri Pahlawan Abu Zee Ghuroba ,pemimpin JAD Bekasi Jawa Barat.
2.Abu Rara Berpindah-Pindah
Tempat.
Dugaan Abu Rara terkait JAD dikuatkan
dari telisik Badan Intelijen Negara (BIN) bila dia terkait jaringan kelompok JAD di
Bekasi. JAD juga kelompok yang berbaiat kepada Islamic State of Irac and Syria (ISIS).kelompok teroris
yang di-Irak dan Suriah sudah jauh berkurang kekuatannya,dari dua pelaku ini
kita sudah bisa mengidentifikasi bahwa pelaku adalah kelompok JAD Bekasi,kata
kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan usai menjenguk Wiranto di
RSPAD Gatot Subroto Jakarta Pusat Kamis Tanggal 10 Oktober 2019.
Abu Rara terdekteksi beberapa kali
pindah rumah sejak dari Medan.awalnya ia
terdeteksi sebagai sel jaringan JAD
Kediri ,Jawa Timur dan tinggal disana,setelah itu pindah ke Bogor Jawa Barat,namun,setelah bercerai dengan
Isterinya pertamanya, Abu Rara pindah ke
Menes,Pandeglang Banten.ia tinggal di Menes difasilitasi Abu Samsudin,salah satu tokoh JAD
Menes.(detic com.)
G.KONDISI SEKARANG.
Menurut ketua
Nadlatul Ulama Siratz Ketua Nadlatul Ulama Indonesia situasi Indonesia sekarang
sudah masuk darurat radikal/terorisme. Untuk itu Pemerintah tidak boleh kalah
harus bertindak secara tegas sesuai aturan hukum.
H.LANGKAH PRESIDEN JOKO WIDODO.
Presiden Joko
Widodo baru memikirkan langkah bertindak terkait penusukan Menko Polhukam
Wiranto demi menjaga Keamanan dan Politi dalam nNgeri Indonesia.jangan sampai
salah mengambil tindakan yang menimbulkan masalahnya lebih besar serta
bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku,maka perlu memikirkan tindakan
yang tepat dan tegas tanpa melanggar hukum.
I.USULAN PENULIS.
Melihat situasi
dan kondisi Masyarakat sudah kurang baik sesuai pernyataan Ketua Nadlatul Ulama Siratz Ketua Nadlatul
Ulama Indonesia situasi Indonesia sekarang sudah masuk darurat
radikal/terorisme (pernyataan Sirazs di Metro TV pada Hari Selasa Tanggal 15
sekitar Jam 16.00 Wib,Selasa Tanggal 15-10-2019) berdasarkan itu Pemerintah harus
bertindak tegas salah satu tindakan Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang,pada prinsipnya isinya yaitu semua Anggota terorisme dan
radikal dapat ditangkap walaupun tidak berbuat yang berbeda dengan UU Teroris Lama
menangkap teroris setelah berbuat.dengan demikian Polisi dan Militer dapat
bertindak dapat menahan selama 2 Tahun.maksud diusulkan Presiden menerbitkan
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang supaya cepat,kalau melalui DPR RI
dan Pemerintah belum tentu menyetujui Polisi menangkap teroris/radikalisma
sebelum bertindak,disamping itu makan waktu lama,diantara partai politik yang
duduk sebagai Anggota DPR RI ada pendukung terorisme dan radikalisme secara
diam-diam.
J.TINDAKAN SEMENTARA POLISI.
Melihat situasi dan kondisi terkait
penusukan Menko Polhukam Wiranto, Jajaran Kepolisia telah bertindak dengan
menangkap anggota Teroris di beberapa daerah di Indonesian antara lain JAD
bekasi,JAD bali dll. Dan sesuai usulan Menteri Pertahanan Ria Mirza Ria Kudu
menyatakan menerapkan Resimen Mahasiswa di setiap Universitas di Indonesia
untuk mengantisipasi Mahasiswa yang berhaluan radikal.
K.CIRI
TERORIS BEKERJA DI MEDSOS.
Ada 4 ciri teroris yang bekerja di Medsos yaitu:
a.Menyatakan bahwa kejadian terrorisme
menelan banyak korban tersebut sebagai settingan ,drama atau rekayasa.ini
dilakukan agar Masyarakat tidak bersimpati terhadap hilangnya nyawa korban.
b.Menfokouskan berita korban jiwa akibat
terorisme dengan berita lain yang tidak ada sangkut pautnya tujuannya agar Masyarakat lupa dengan kekejaman terorisme.
c.Menggunakan kata melecehkan buat
menggambarkan keadaan korban ini memang sesuai tabiat para teroris yaitu senang bila melihat
korbannya tersiksa.
d.Suka menyalahkan aparat hukum bila
terjadi tindakan terorisme .pada hal Aparat
Hukum adalah garda terdepan membendung tindakan terorisme tapi oleh para
teroris Medsos keadaannya diputar-balik.teroris pengebom bunuh diri dianggap
korban konspirasi .sedangkan Aparatlah yang
menjadi sutradara terorismenya.
e.Suka mencaci Pemerintah dengan
istilah-istilah tak enak keagamaan.misal Pemerintah dituduh anti islam.thoghut
,musuh allah,pelaku bidah ,penegak hukum kufur ,dan sebaiknya ini bertujuan
membangkitkan aroma kebencian rakyat dengan Pemerintah padahal akar terorisme adalah kebencian.ingat
teroris,hanya mau membunuh sesuatu yang dibencinya.(WA dari Astuti HP.62
821-1023-888 Tanggal 13 Oktober 2019).
L.MENJELANG PELANTIKAN PRESIDEN JOKO
WIDODO.
Dalam rencana hari pelantikan Joko
Widodo Hari Minggu saat Umat
Kristen ber-Ibadah,sudah rencana
penyerangan rumah Ibadah saat Pelantikan. Dan tidak ada salahnya semua Gereja Siaga.Polri menyebut para
terduga teroris dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap Densus di-Cerobon
berencana beraksi dengan bom racun. bom tersebut, disebut Polri ,mampu
menewaskan 100 orang.temuan menarik pada hari ini bahwa untuk bom-bom yang
sudah disiapkan untuk digunakan oleh
pengantin ini memiliki daya ledak tinggi atau high explosive,campuran kimia
lebih berbahaya ,kata Karo Penmas Divisi Humas
Polri Bigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Jalan Trunoijoyo Kebayoran
Baru Jakarta Selatan ,Selasa 15-10-2019.
M.TERPAPAR
RADIKALISME.
Rya Mizard Ryakucudu Menteri
Pertahanan (Menhan) Menyebut sekitar
23,4 persen Mahasiswa terpapar
radikalisme dan setuju pembentukan Negara Khilafah untuk mencegah ini
akan menghidupkan Resimen Mahasiswa (Menwa) di Perguruan Tinggi 23,4 persen
terpapar radikalisme.dan TNI 3 persen terpapar radikalisme dan sikapnya tak
Pancasila lagi.19,4 persen Aparat Sipil Negara (ASN) sudah terpapar radikalisme
menolak Pancasila dan siap jihad(detik news),ada bom rakitan dari Dosen IPB
berdaya ledak tinggi,bukan molotov
Polri pecat Bripda Nesti yang sekelompok dengan penyerang Wiranto,dan
puluhan Atlet Nasional terindikasi radikalisme.pengikut Polwan Nesti
yang seharusnya melindungi masyarakat
tapi malah udah dipersiapkan jadi pelaku bom bunuh diri.
N.KEDEPAN
Bisa bayangin mereka dalam 5-10 Tahun
mendatang ?bisa bayangin apa yang
terjadi ? lihat Suriah saja.bila sudah besar jumlah pengikutnya dan sudah
berkuasa selanjutnya sesama garis keras nanti akan ribut lagi kelompok lain
harus mengikuti ajarannya,akhirnya Negara Indonesia akan hancur seperti
dinegara Arab seperti Negara Surya dan Negara lainnya.Maka jauh sebelumnya
pemerintah Joko Widodo bertindak tegas kepada kelompok radikal garis keras.
O.KESIMPULAN
DAN SARAN.
Berdasarkan informasi diatas dapat
disimpulkan bahwa Abu Rara telah menusuk Wiranto Menteri Polhukam di Menes
Pandeglang.setelah penusukan Wiranto dibawa ke RSU Pandeglang selanjutnya
dibawa ke RSPAD Gatot Subroto. Dandim Kendari Kolonel Hendi Suhendi dicopot
jabatannya gara-gara postin-ngan nyinyir
Isterinnya soal penusukan Menko Polhukam
Wiranto. Abu Rara berpindah-pindah tempat tinggal.
Bertalian dengan kesimpulan
diatas dapat disarankan bahwa Aparat Negara dalam menjalankan tugasnya supaya
dilakukan pengawalan yang baik guna mencegah serangan dari kelompok radikal
garis keras. Pemerintah tidak boleh kalah menhadapi kelompok radikalis garis
keras dan melakukan penangkapan serta mengadilinya.
Dr. Monang Siahaan, SH., MM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar