Minggu, 19 Juli 2020

STETOSKOP DIMODIFIKASI UNTUK MEMERIKSA JANTUNG PASIEN TERKAIT VIRUS CORONA


A.PENDAHULUAN.
   Bangsa Indonesia sampai bulan Juni 2020 masih dilanda Virus Corona dan penyakit ini sangat ganas hingga Masyarakat diliputi rasa ketakutan yang berlebihan.Untuk mengatasi Virus Corona Pemerintah mengambil Keputusan dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yaitu Social Distansing atau jaga jarak kepada lawan bicara, Phisical Distancing atau jangan bersentuhan anggota tubuh dengan pihak lain,pakai Masker, cuci tangan,tetap dirumah kalau tidak terpaksa jangan keluar rumah.akibat Virus Corona ini banyak pasien berobat Kerumah Sakit Umum,terutama yang diperiksa bagian dada dan paru-paru untuk mendapat data kesehatan yang akurat.waktu memeriksa jantung dan paru-paru wajah pasien dengan wajah dokter sangat dekat berkisar 10-20 cm dan rentan tertular Virus Corona dari pasien kepada dokter .untuk mencegah menularnya Virus Corona  dari pasien kepada dokter yang memeriksa jantung dan paru-paru lalu dimodipikasi stetoskop untuk memeriksa pasian bagian jantung dan dadanya dari jarak 2 meter,sehingga virus corona tidak tertular dari pasien kepada dokter yang memeriksanya.

B.MODIFIKASI STETOSKOP.
    1.Jaga Jarak Memeriksa Pasien.
Untuk menjaga jarak dokter yang memeriksa jantung dan paru-paru pasien memidifikasi Stetoskop dengan menggantungkan diujung besi sepanjang sekitar 1 meter,sehingga pada saat dokter memeriksa jantung dan paru-paru pasien berjarak 2 meter,sangat kecil kemungkinan dokter yang memeriksa pasien  tertular Virus Corona dari pasien yang diperiksa.Sebelum dimodifikasi jarak muka doter dengan pasien yang diperiksa sangat dekat sekitar jarak 10-20 cm dan kemungkinan besar dokter tertular dari pasien yang teridap Virus Corona
    2.Melindungi Diri Dokter.
Dilakukannya modifikasi stetoskop untuk melindungi diri dokter sendiri yang memeriksa pasien terkena Virus Corona,karna pada saat memeriksa jantung dan paru-paru berkaitan pernapasan jaraknya 2 meter sehingga dokter yang memeriksa pasien tidak menularkan Virus Corona kepada dokter yang memeriksa karena jaraknya sudah cukup jauh.
     3.Keberadaan  dokter sangat penting
        Terkait dengan wabah Virus Corona yang sudah menyebar keseluruh Wilayah Indonesia bahkan sudah menyebar keseluruh Dunia.Berhubung belum hilangnya Virus Corona dari tengah-tengah Masyarakat,maka setiap Rumah Sakit Umum membutuhkan dokter yang banyak untuk menangani semua jenis penyakit baik penyakit Virus Corona dan penyakit lainnya,karna semua penyakit dapat membawa kematian walaupun sekarang ini dari sekian jenis penyakit yang paling ditakuti terkait Virus Corona. Untuk itu para dokter dan petugas Medis lainnya menjaga kesehatannya sendiri,dan saat ini peranan dokter paling dibutuhkan menanggulangi Virus Corona yang sering dijuluki sebagai Pahlawan, disamping Pemerintah melindungi para dokter dan para Medis lainnya dari sudut pakaian dan obat-obatannya yang selalu tersedia baik di-Rumah Sakit Umum maupun di-Apotik-Apotik yang dapat dibeli Masyarakat Umum secara bebas dengan resep dokter.
    4.Pasien Tidak Selalu Terbuka Atas Penyakitnya.
       Melihat pengalaman  dokter banyak yang meninggal dunia  tertular Virus Corona karna saat Pasien diperiksa dokter tidak mengakui rasa sakit yang dialami,sehingga ketika memeriksa pasien jaraknya sangat dekat dengan muka pasien yang sedang diperiksa doter,sehingga banyak para dokter tertular Virus Corona. Penyebab pasien takut mengakui perasaan sakit yang dialami  nanti dikatakan  positip Virus Corona yang berakibat Opname di Rumah Sakit Umum yang tidak bisa dijaga keluarganya, takut tertular nanti Virus Corona, dilarang bekerja mencari uang pada kondisi kesulitan uang, takut nanti kalau mati ditolak dikubur dipekuburan umum oleh Masyarakat yang bertempat tinggal disekitar pekuburan umum tersebut.
    5.Sangat Dibutuhkan.
       Tenaga Medis baik status sebagai dokter msaupun Perawat sangat dibutuhkan tenaganya saat ini untuk mengobati segala penyakit terutama mengobati Virus Corona yang saat ini sedang mewabah di Indonesia hingga seluruh wilayah Indonesia. Dari sekian jenis penyakit,yang paling ditakuti Masyarat adalah Virus Corona jenis penyakit yang sagat ganas mencabut Nyawa Manusia.
6.Belum Ditemukan Obatnya.
Semua para Medis dan Masyarakat Umum bahwa obat untuk Virus Corona  belum ditemukan,maka Pemerintah menghimbau Masyarakat menjaga kesehatannya dengan menerapkan PSBB antara lain Social Distancing atau jaga jarak, Phisical Distancing atau tidak bersentuhan tubuh dengan pihak lain, tetap dirumah kalau tidak terpaksa keluar tetap dirumah saja, cuci tangan, pakai Masker setiap keluar dari rumah, makan makanan bergizi, cukup tidur dan istirahat dan lain-lain. Dengan menjaga kesehatan dengan cara menerapkan PSBB diharapkan masyarakat akan lebih sehat dengan pola hidup tersebut,dan  bagi orang yang sehat akan kebal dari serangan penyakit.

C.KESIMPULAN DAN SARAN.
   Berdasarkan informasi diatas dapat disimpulkan bahwa dokter memodifikasi stetoskop untuk dapat memeriksa jantung dan paru-paru dari jarak 2 meter.Tujuan memodifikasi stetoskop agar dokter tidak tertular Virus Corona  dari pasien yang sedang diperiksa.
                    Bertalian dengan kesimpulan diatas dapat disarankan agar Setiap dokter dan para Medis menjaga kesehatan masing-mssing jangan sampai sakit karna tenaga dokter dan para Medis sangat dibutuh mengatasi/mengobati semua penyakit terutama terkait Virus Corona.mengingat obatnya belum ditemukan supaya menjaga kesehatannya dalam bentuk makan yang cukup dan bergiji,cukup tidur,tidak keluar rumah kalau tidak terpaksa ,dengan demikian tubuh akan sehat dan kebal atas penyakit.

                                                                     Dr. Monang Siahaan, SH., MM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar