A.PENDAHULUAN.
Bangsa Indonesia sampai bulan Juni 2020 masih dilanda Virus Corona dan
penyakit ini sangat ganas hingga Masyarakat diliputi rasa ketakutan yang
berlebihan.Untuk mengatasi Virus Corona Pemerintah mengambil Keputusan dengan
menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yaitu Social Distansing atau
jaga jarak kepada lawan bicara, Phisical Distancing atau jangan bersentuhan
anggota tubuh dengan pihak lain,pakai Masker, cuci tangan,tetap dirumah kalau
tidak terpaksa jangan keluar rumah.akibat Virus Corona ini banyak pasien
berobat Kerumah Sakit Umum,terutama yang diperiksa bagian dada dan paru-paru
untuk mendapat data kesehatan yang akurat.waktu memeriksa jantung dan paru-paru
wajah pasien dengan wajah dokter sangat dekat berkisar 10-20 cm dan rentan
tertular Virus Corona dari pasien kepada dokter .untuk mencegah menularnya
Virus Corona dari pasien kepada dokter
yang memeriksa jantung dan paru-paru lalu dimodipikasi stetoskop untuk
memeriksa pasian bagian jantung dan dadanya dari jarak 2 meter,sehingga virus
corona tidak tertular dari pasien kepada dokter yang memeriksanya.
B.MODIFIKASI
STETOSKOP.
1.Jaga Jarak Memeriksa Pasien.
Untuk menjaga jarak dokter yang memeriksa jantung dan
paru-paru pasien memidifikasi Stetoskop dengan menggantungkan diujung besi
sepanjang sekitar 1 meter,sehingga pada saat dokter memeriksa jantung dan
paru-paru pasien berjarak 2 meter,sangat kecil kemungkinan dokter yang
memeriksa pasien tertular Virus Corona
dari pasien yang diperiksa.Sebelum dimodifikasi jarak muka doter dengan pasien
yang diperiksa sangat dekat sekitar jarak 10-20 cm dan kemungkinan besar dokter
tertular dari pasien yang teridap Virus Corona
2.Melindungi Diri Dokter.
Dilakukannya modifikasi stetoskop untuk melindungi diri dokter
sendiri yang memeriksa pasien terkena Virus Corona,karna pada saat memeriksa
jantung dan paru-paru berkaitan pernapasan jaraknya 2 meter sehingga dokter
yang memeriksa pasien tidak menularkan Virus Corona kepada dokter yang
memeriksa karena jaraknya sudah cukup jauh.
3.Keberadaan dokter sangat
penting
Terkait dengan wabah Virus Corona yang sudah menyebar keseluruh Wilayah
Indonesia bahkan sudah menyebar keseluruh Dunia.Berhubung belum hilangnya Virus
Corona dari tengah-tengah Masyarakat,maka setiap Rumah Sakit Umum membutuhkan
dokter yang banyak untuk menangani semua jenis penyakit baik penyakit Virus
Corona dan penyakit lainnya,karna semua penyakit dapat membawa kematian
walaupun sekarang ini dari sekian jenis penyakit yang paling ditakuti terkait
Virus Corona. Untuk itu para dokter dan petugas Medis lainnya menjaga
kesehatannya sendiri,dan saat ini peranan dokter paling dibutuhkan
menanggulangi Virus Corona yang sering dijuluki sebagai Pahlawan, disamping
Pemerintah melindungi para dokter dan para Medis lainnya dari sudut pakaian dan
obat-obatannya yang selalu tersedia baik di-Rumah Sakit Umum maupun
di-Apotik-Apotik yang dapat dibeli Masyarakat Umum secara bebas dengan resep
dokter.
4.Pasien Tidak Selalu Terbuka Atas Penyakitnya.
Melihat pengalaman dokter banyak
yang meninggal dunia tertular Virus
Corona karna saat Pasien diperiksa dokter tidak mengakui rasa sakit yang
dialami,sehingga ketika memeriksa pasien jaraknya sangat dekat dengan muka
pasien yang sedang diperiksa doter,sehingga banyak para dokter tertular Virus
Corona. Penyebab pasien takut mengakui perasaan sakit yang dialami nanti dikatakan positip Virus Corona yang berakibat Opname di
Rumah Sakit Umum yang tidak bisa dijaga keluarganya, takut tertular nanti Virus
Corona, dilarang bekerja mencari uang pada kondisi kesulitan uang, takut nanti
kalau mati ditolak dikubur dipekuburan umum oleh Masyarakat yang bertempat
tinggal disekitar pekuburan umum tersebut.
5.Sangat Dibutuhkan.
Tenaga Medis baik status sebagai dokter msaupun Perawat sangat
dibutuhkan tenaganya saat ini untuk mengobati segala penyakit terutama
mengobati Virus Corona yang saat ini sedang mewabah di Indonesia hingga seluruh
wilayah Indonesia. Dari sekian jenis penyakit,yang paling ditakuti Masyarat
adalah Virus Corona jenis penyakit yang sagat ganas mencabut Nyawa Manusia.
6.Belum Ditemukan Obatnya.
Semua para Medis dan Masyarakat Umum bahwa obat untuk Virus
Corona belum ditemukan,maka Pemerintah
menghimbau Masyarakat menjaga kesehatannya dengan menerapkan PSBB antara lain
Social Distancing atau jaga jarak, Phisical Distancing atau tidak bersentuhan
tubuh dengan pihak lain, tetap dirumah kalau tidak terpaksa keluar tetap
dirumah saja, cuci tangan, pakai Masker setiap keluar dari rumah, makan makanan
bergizi, cukup tidur dan istirahat dan lain-lain. Dengan menjaga kesehatan
dengan cara menerapkan PSBB diharapkan masyarakat akan lebih sehat dengan pola
hidup tersebut,dan bagi orang yang sehat
akan kebal dari serangan penyakit.
C.KESIMPULAN
DAN SARAN.
Berdasarkan informasi diatas dapat disimpulkan bahwa dokter memodifikasi
stetoskop untuk dapat memeriksa jantung dan paru-paru dari jarak 2 meter.Tujuan
memodifikasi stetoskop agar dokter tidak tertular Virus Corona dari pasien yang sedang diperiksa.
Bertalian dengan kesimpulan
diatas dapat disarankan agar Setiap dokter dan para Medis menjaga kesehatan
masing-mssing jangan sampai sakit karna tenaga dokter dan para Medis sangat
dibutuh mengatasi/mengobati semua penyakit terutama terkait Virus
Corona.mengingat obatnya belum ditemukan supaya menjaga kesehatannya dalam
bentuk makan yang cukup dan bergiji,cukup tidur,tidak keluar rumah kalau tidak
terpaksa ,dengan demikian tubuh akan sehat dan kebal atas penyakit.
Dr. Monang Siahaan, SH., MM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar