A.PENDAHULUAN.
Bupati Nduga Papua Wentius
mengundurkan diri (berita Metro TV.jam 17.45.Jumat Tanggal 27 Desember
2019), Alasan banyaknya korban
pembunuhan di Daerah Kabupaten Nduga Propinsi Papua,adanya penembakan Sopir
Bupati Nduga dan banyak penembakan Masyarakat lainnya yang mencemaskan
kehidupan masyarakat yang mengganggu
keamanan dan ketertiban. Pejabat Daerah setempat mengusulkan supaya penarikan
Militer yang ditugaskan menjaga daerah tersebut tanpa memikirkan resiko yang
lebih besar yang timbul bila Militer ditarik
dari Daerah tersebut.bila hal tersebut terjadi terus terganggunya
keamanan dan ketertiban mungkin Pemerintah Pusat akan menempatkan Pasukan
Militer yang lebih banyak lagi untuk
menjaga gangguan dari Masyarakat Sipil bersenjata.
B.PENARIKAN MILITER ?
1.Penarikan Militer dari Nduga Papua sama memberikan kesempatan untuk
Merdeka Rakyat Papua, pada hal dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah
diputuskan seluruh Wilayah Papua sudah masuk Indonesia tanpa kecuali.keputusan
PBB tidak boleh diganggu gugat lagi ingin keluar dari Indonesia dengan menuntut
kemerdekaan sendiri.untuk itu Militer yang ditenpatkan di Papua sesuai
kebutuhan dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban di Wilayah Papua.
2.Apa Bisa Memberi Jaminan
Masyarakat setempat tidak bisa
memberi jaminan Keamanan dan Ketertiban sebagai
Masyarakat Papua, bila situasinya nanti sudah normal baru bisa
diserahkan kepada Masyarakat setempat dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban.
3.Diduga Kelompok Kriminal Bersenjata.
Ada dugaan ditengah-tengah Masyarakat
masih ada kelompok Kriminal Bersenjata,bila ada ditemukan supaya segera
ditangkap Pemerintah dan ditindak sesuai proses hukum yang berlaku dengan
menghormati Asas Praduga Tidak Bersalah atau Asas Presumption of Innocence dan
Asas Equality Before the Law atau persamaan hak didepan hukum dalam arti siapa
yang melakukan kejahatan baik Pejabat, Pengusaha Kaya,Kelompok Masyarakat
Bersenjata ditindak sesuai hukum yang berlaku.
4.Merdeka.
Masyarakat Sipil Bersenjata ini
diduga sekelompok kecil yang ingin melepaskan dari Negara Indonesia dengan
membentuk Negara sendiri dengan harapan mereka sendiri yang memimpin dan
melakukan pembangunan didaerah tersebut. Kelompok kecil ini harus ditindak
tegas agar tidak mengganggu msyarakat setempat. Kelompok kecil ini tidak
penting bagi mereka melihat keberhasilan
pembangunan yang dilakukan Presiden Joko Widodo apalagi melihat banyaknya
pendatang kedaerah Papua,yang penting bagi kelompok kecil Merdeka. Untuk itu
Keamanan dan Ketertiban perlu dijaga terus suatu saat kelompok kecil akan sadar
sia-sia tindakan Mereka selama ini yang tidak mungkin mencapai kemerdekaan
sendiri. Dan akan bersatu menjaga keamanan dan ketertiban didaerah Nduga.
C.PEJABAT DAERAH DARI MILITER.
Untuk menjaga Keamanan dan
Ketertiban didaerah supaya Para Pejabat Daerah dari Militer mulai
Bupati, Camat, Kepala Desa dan Pejabat tertentu di Nduga
untuk menjaga keamanan khusus daerah yang banyak ganguan keamanan
seperti diterapkan di Daerah Timor-Timur dulu, dan tidak lama tercipta keamanan
dan ketertiban dengan baik dikalangan masyarakat dengan bersama menjaga semua gangguan yang
datang dari berbagai pihak yang ingin memecah belah masyarakat Nduga .para
pejabat setempat yang berlatar belakang Militer melatih masyarakat cara
menangkal segala gangguan yang timbul ditengah-tengah Masyarakat yang datang
dari kelompok kecil yang diduga masih ada ditengah-tengah masyarakat.
D.KESIMPULAN DAN SARAN.
Berdasarkan hal tersebut diatas
dapat disimpulkan bahwa Adanya penembakan Sopir Bupati dan Masyarakat yang
menganggu Keamanan dan Ketertiban di Daerah Nduga. Masyarakat menimbulkan
ketakutan dan kecemasan. Masyarakat menghendaki Militer dari Daerah Nduga.
Penarikan Militer menimbulkan masalah lebih besar.
Bertalian dengan
kesimpulan diatas dapat disarankan Pasukan Militer tetap berada di Nduga untuk
menjaga Keamanan dan ketertiban. semua pejabat daerah dari militer.diharapkan
masyarakat setempat tidak terpengaruh atas ajakan kelompok kecil masyarakat
untuk bergabung berjuang untuk merdeka.
Dr. Monang Siahaan, SH., MM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar